Kepanjen
Pemuda ini Nikmati Tubuh Ibu Tetangga Sendiri Sebelum Dibunuh
Korban dibopong (digendong) ke dekat bekas kolam ikan yang berjarak kira-kira 100 meter dari belik tempat biasa korban mandi dan mencuci baju.
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pelaku pembunuhan terhadap Rukkoyah (29), ibu satu anak warga Desa Undaan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditangkap polisi.
Rukkoyah ditemukan tewas pukul 19.00, Minggu (22/3/2015) di bekas kolam ikan. Saat ditemukan, Rukkoyah memakai kaos atas, tanpa memakai celana dalam (CD), perhiasan emas berupa anting dan cincin hilang.
Di bagian tubuhnya ditemukan luka dan memar. Kematian tidak wajar itu membuat polisi melacak pelakunya.
Upaya polisi membuahkan hasil. Tersangkanya adalah M Dani Prasetiawan (27) alias Bendel, tetangga korban sendiri. Setelah kejadian itu, Bendel pulang ke rumahnya untuk ganti baju.
Selanjutnya ia melarikan diri ke Dampit dan tidur di tempat tambal ban di timur Pasar Dampit. Setelah menjual perhiasan korban di Pasar Dampit seharga Rp 400.000, Bendel melarikan diri ke Surabaya.
"Saya bekerja sebagai cuci motor di bypass Krian selama tiga minggu," aku Bendel di Polres Malang.
Setelah itu, Bendel pulang ke Turen dengan asumsi kasus itu sudah dilupakan orang.
Tapi, kepulangan itu membuatnya disergap polisi. Sehingga menjelang sebulan kematian mengenaskan Rukkoyah, kasusnya bisa terkuak.
Menurut Bendel, awalnya ia tak ada niat membunuh ibu satu anak itu. Alasannya, ia hanya mengincar emas perhiasannya.
"Saya duluan yang datang ke kali untuk mandi sekitar pukul 15.00 sampai pukul 16.00," ujar Bendel yang tidak mengenal pribadi korban.
Ketika korban mau balik ke rumahnya, pelaku yang membuntuti dari belakang langsung membekapnya.
Lokasi saat itu sedang sepi dan hujan gerimis. Korban dibopong (digendong) ke dekat bekas kolam ikan yang berjarak kira-kira 100 meter dari belik (kolam kecil di tepi sungai) tempat biasa korban mandi dan mencuci baju. Korban kemudian diperkosanya dan diambil perhiasannya.
"Karena takut diketahui, saya membunuhnya," katanya.
Korban sempat berteriak-teriak minta tolong sebelum dibunuh. Tapi karena lokasi sepi, tak ada yang mendengar teriakannya. Setelah puas menikamti tubuh korban, selanjutnya korban dibawa pelaku ke bekas kolam itu dan dicekik serta dimasukkan kolam berlumpur itu.
"Kepalanya saya tekan ke bawah (lumpur). Dia kondisi pingsan. Saya tekan selama satu jam," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pelaku-pembunuhan-di-malang1_20150421_195703.jpg)