Malang Raya

Hebat, 5 Mahasiswa Buat Kulit Pisang Bisa Isi Baterai Cepat dan Tahan Lama

Ternyata kulit pisang bisa untuk mengisi baterai. Ini setelah disulap menjadi bahan penyusun superkapasitor atau alat yang dapat menggantikan baterai.

Hebat, 5 Mahasiswa Buat Kulit Pisang Bisa Isi Baterai Cepat dan Tahan Lama
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Anda tidak kepikiran jika kulit pisang itu sangat bermanfaat dan berguna bagi kita. Apalagi, jika sudah bersentuhan dengan teknologi.

Selama ini kulit pisang yang di Indonesia sangat berlimpah cuma limbah tidak berguna. Namun, di mata kelima mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang, kulit pisang ternyata bermanfaat dan punya nilai jual tinggi.

Ternyata kulit pisang bisa untuk mengisi baterai. Ini setelah disulap menjadi bahan penyusun superkapasitor atau alat yang dapat menggantikan baterai. Da ternyata dapat mengisi ulang baterai dengan cepat sekaligus tahan lama.

Nah, lima mahasiswa UB itu mengubah limbah kulit pisang menjadi bahan karbonaktif yang dijadikan sebagai material elektroda superkapasitor.

Menurut Alfiatur Rahmah Alfiin, mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya Malang yang merupakan salah satu peneliti menuturkan, karbon aktif merupakan material amorf berkarbon yang memiliki luas permukaan yang besar melalui proses karbonisasi dan aktivasi.

Pembuatan karbonaktif dari kulit pisang ini sangatlah mudah. Hanya dengan cara dikarbonisasi pada suhu 4500 – 8000 Celsius. Kemudian diaktivasi menggunakan larutan elektrolit (KOH, H3PO4, ZnCl2 dan sebagainya).

Masing-masing jenis aktifator ini memberikan pengaruh berbeda terhadap luas permukaan dan porositas karbonaktif yang dihasilkan.

Selanjutnya, kata Alfiatur, karbonaktif dihaluskan dan disaring menggunakan ayakan 400 mesh. Karbonaktif yang dihasilkan dipress dengan tekanan sebesar 65-86 kN menggunakan compresser mechanics dan terbentuklah pellet karbonaktif yang siap digunakan sebagai material elektroda superkapasitor.

Setelah itu dilakukan uji kapasitansi untuk mengetahui nilai kapasitansi yang dihasilkan serta pengaruh luas permukaan dan porositas karbonaktif terhadap nilai kapasitansi elektroda superkapasitor.

Penelitian kulit pisang bisa jadi pengisi baterai ini dipelopori Alfiatur Rahmah (fisika, 2012), Ahmad Zainollah (fisika, 2011), Dwi Sapri R (kimia, 2012), Maf’ud Cahayo (kimia, 2012), dan Novi Artika F (fisika, 2012).

Mereka berharap, aksi tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi di bidang energi terbarukan, mengurangi permasalahan limbah.

"Sekaligus menyadarkan masyarakat luas bahwa apa yang dianggap sampah masih bermanfaat dan dapat membangun Indonesia lebih maju," terang Alfiatur. (*)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved