Selasa, 14 April 2026

Surabaya

Termotivasi Bahagiakan Ayah, Anak Tukang Es Batu Raih Wisudawan Terbaik

Ayah Agil harus bekerja siang malam demi menutup biaya pendidikan anak-anaknya. Agil pun ingin agar ayahnya berhenti bekerja..

Editor: Aji Bramastra

SURYAMALANG, SURABAYA - Mendapat nilai yang terbaik memang impian semua orang. Rasa bangga pun menyelimuti seseorang yang yang mendapat nilai ini.

Begitulah yang dirasakan oleh Mohammad Agil Abdul Rahim (23) dari jurusan sarjana Manajemen.

Peraih nilai IPK dengan predikat Cum Laude yakni 3,63 ini memang mahasiswa yang santun, sopan.

Hal itu disampaikan oleh dosen wali Agil, Meliza Silvi, SE. Meliza sangat bangga memiliki anak didik di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas yang secerdas dan sesopan Agil.

“Dia pantas mendapatkan nilai cum laude. Sifatnya yang struggle dan bisa berinteraksi baik secara tim ini, saya yakin dia bisa membawa nama harum bagi almamaternya kelak,” ucapnya disela-sela Wisuda Program Diploma 3, Sarjana dan Magister Manajemen periode I tahun 2015 di Hotel Shangri La, Sabtu (30/5/2015) lalu.

Hebatnya lagi, Agil tak kehilangan semangat belajar meski hidup pas-pasan. Ayahnya hanya bekerja seorang tukang es batu dan penjaga rumah di Denpasar, Bali.

Kini, Agil mengatakan ia sudah lolos tes kerja di Bank Mandiri.

“Ya Alhamdulillah. Ini juga berkat doa dari kedua orangtua saya. Saat ini tinggal menunggu kabar tanda tangan kontrak di Bank Mandiri,” ucap ketika ditemui seusai prosesi wisuda.

Anak ke dua dari empat bersudara ini sangat menghargai pekerjaan ayahnya yang sebagai tukang es batu.

“Makanya saya cepat-cepat lulus biar ayah nggak kerja lagi dan cukup saya yang membiayai mereka. Karena selama ini ayah terus membanting tulang sehari kerja dua kali. Kalau pagi di pabrik es, trus kalau malam jaga rumah dinas di Denpasar sana,” terangnya.

Agil yang memang mempunyai dasar manajemen sejak duduk di bangku SMK ini, ingin terus mengembangkan ilmunya dibidang manajemen marketing.

Ia yang memang ingin merantau agar mandiri ini masih belum merasa berhasil, karena ia belum tuntas dalam menempuh hidup. Agil pun bercita-cita ingin terus melanjutkan kuliah dan membawa keberhasilan untuk kedua orangtuanya.

“Sukses ini buat siapa lagi kalau bukan buat mereka (orangtuanya),” tambah anak dari pasangan Abdul Rahim dan Nurul Huda ini.

Ayah Agil, Abdul Rahim, mengatakan kalau dirinya sangat bangga memiliki anak seperti Agil. “Kaget aja nggak nyangka dia bisa dapet nilai tinggi,” terangnya.

Ia pun sangat bersyukur dan terus mendukung apapun kegiatan yang dilakukan Agil. Sedangkan ibunya yang hanya ibu rumah tangga juga merasa senang melihat anaknya sukses.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved