Jendela Dunia
Inilah Tes Kontroversial Buatan Profesor Swedia Untuk Hitung Sisa Usia
Tes untuk orang usia 40-70 ini tak perlu alat apapun, hanya perlu menjawab 13 pertanyaan sederhana. Bisakah manusia menjawab kapan ajal menjemput?
SURYAMALANG.COM - Kematian, adalah salah satu misteri terbesar yang tidak akan pernah diketahui oleh manusia.
Kapan ajal menjemput kita, memang hanya Tuhan yang tahu.
Tapi, sudah jadi kodrat manusia pula untuk melampaui batas, dan memanfaatkan akal pikiran untuk menjawab sejumlah misteri. Termasuk, kapan maut menjemput.
Sejumlah peneliti di Inggris mengklaim telah menemukan tes atau ujian yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Menariknya lagi, ujian ini tak butuh peralatan canggih atau supermahal.
Cukup dengan menjawab 13 pertanyaan, bila anda pria, dan 11 pertanyaan untuk wanita. Bila lancar, tes ini harusnya hanya memakan waktu tak sampai dari lima menit.

Contoh pertanyaan 'apakah anda merokok' dalam tes Risk Calculator.
Sebagai catatan, tes yang diberi nama Risk Calculator (penghitung resiko kematian) ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang berumur 40 - 70 tahun.
Menurut The Daily Mail, tes yang diadakan oleh website ubble.co.uk ini diluncurkan sejak Kamis (4/6/2015) hari ini.
Tes ini memberikan anda pertanyaan soal gaya hidup, kondisi keluarga, dan kondisi kesehatan.
Menariknya, berat badan, diet, pola makan, tidak ditanyakan sama sekali dalam tes ini.
Para ilmuwan di balik tes ini mengatakan, tes ini sebenarnya hanya ingin menanyakan pertanyaan sederhana : "Apakah anda merasa sehat?,"
Mereka mengklaim bahwa pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam tes ini, adalah indikator paling akurat untuk mengetahui : apakah anda akan meninggal dunia di lima tahun ke depan?
Professor Erik Ingelsson, dari Uppsala University, Swedia, yang ada di balik pembuatan tes nan kontroversial ini, mengatakan, pihaknya melakukan riset mendalam untuk membuat tes ini.
Pihaknya melakukan riset tak kurang dari 500 Ribu orang Inggris sebagai responden.Para ilmuwan juga memasukkan perhitungan algoritma uhntuk menghasilkan daftar pertanyaan.
"Kami berharap tes ini bisa digunakan siapa saja, untuk mengetahui seberapa besar resiko kesehatan mereka, sebagaimana seorang dokter melihatnya," kata Profesor Erik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-pemakaman_20150604_200153.jpg)