Sumenep

Polisi Hutan di Madura Disandera Warga Setelah Tangkap Penambang Liar

Ketika warga melihat dua anggota Polhutter masuk lokasi penambangan, warga ramai-ramai melakukan penangkapan.

Editor: fatkhulalami
Polisi Hutan di Madura Disandera Warga Setelah Tangkap Penambang Liar
Antara
Ilustrasi: Petugas usai melakukan pemiksaan di sebuah galian penambangan pasir dan batu

SURYAMALANG.COM, SUMENEP – Puluhan warga Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur nekat menangkap dan menyandera dua anggota polisi hutan teritorial, yang datang ke lokasi penambangan batu bangunan, di daerah tersebut.

Tindakan warga yang tergolong nekat itu, dipicu oleh tindakan polisi hutan mobile (Polhutmob) sebelumnya, yang menangkap 3 orang penambang batu bangunan.

Sehingga, ketika warga melihat dua anggota Polhutter masuk lokasi penambangan, warga ramai-ramai melakukan penangkapan. Selanjutnya dua anggota polhutter naas tersebut, digelandang ke Kepala Desa Juruan Daya, untuk dijadikan sandera demi membebaskan tiga penambang, yang ditangkap rekan mereka.

" Peristiwanya seperti itu, setelah penangkapan tiga penambang batu bangunan oleh Polhutmob, dua anggota Polhutter datang ke lokasi untuk memberikan penjelasan terkait penangkapan dan larangan menambang batu di areal milik perhutani, tapi oleh warga malah ditangkap dan disandera," kata Dudi Kurniadi, Kepala Administratur KPH Madura, Senin (8/6/2015).

Dikatakan, penangkapan penambang batu bangunan di Desa Juruan Daya tersebut, bermula dari 6 orang anggota polhutmob, melakukan patroli ke lokasi penambangan. Di sana petugas memergoki tiga orang warga, sedang menambang batu di areal terlarang milik Perhutani.

Sehingga oleh petugas, tiga orang penambang tersebut diamankan dan diserahkan ke Polres Sumenep untuk proses hukum selanjutnya. Namun upaya penegakan hukum oleh Polhutmob justru menuai protes dari warga.

Warga yang tidak terima terhadap penangkapan tersebut, malah beramai-ramai menangkap dan menyandera dua anggota Polhutter, yang datang ke lokasi, usai penangkapan. Dua anggota polhutter digelandang ke rumah Kepala Desa Juruan Daya, dan dijadikan sandera untuk ditukar dengan tiga penambang, yang ditangkap polhutmob dan sudah diserahkan ke polres Sumenep.

Namun drama penyanderaan dua anggota Polhutter tidak berlangsung lama. Karena pada pukul 17.30, warga sudah mau melepas dua sandera, setelah pihak Polres Sumenep berjanji akan melepas tiga penambang batu, yang ditangkap Polhutmob.

" Penyanderaannya tidak terlalu lama kok, pada pukul 17.30 warga sudah melepas dua anggota kami, tentu saja setelah ada kometmen dari pak Kapolres," bebernya.

Penukaran dua orang sandra dengan tiga orang tahanan, dilakukan di Mapolsek Batuputih, disaksikan oleh muspika setempat, aparat Desa Juruan Daya, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batuputih. Dengan begitu, pelepasan tiga penambang batu oleh petugas, dan pelepasan dua anggota Pohutter oleh warga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

" Karena alasan keamanan menjelang pilkada, serta berbagai pertimbangan lain, pak Kapolres akhirnya mau melepaskan tiga penambang batu yang kami tangkap. Biasanya tidak seperti itu, semua pelanggar hukum harus diproses hukum yang berlaku," urainya.

Seperti diketahui, petugas Polhut menangkap tiga penambang batu bangunan asal Desa juruan Daya, Minggu (7/6/2015). Namun penangkapan tersebut menuai reaksi keras dari warga, hingga tiga penambang tersebut dilepas, untuk ditukar dengan dua anggota Polhut yang disandera warga.

(Mohammad Rifai)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved