Malang Raya
Mahasiswa Kota Malang Lebih Nyaman Tinggal di Apartemen, Ini Alasannya
“Jadi, setahun aku bayar Rp 15 juta,” terangnya.
SURYAMALANG.COM – Mahasiswa perantauan yang menuntut ilmu di luar kota, biasanya, selalu identik dengan gaya hidup sederhana; hemat! Namun, hal ini tidak berlaku pada segelintir mahasiswa di Kota Malang.
Segelintir mahasiswa perantauan di Kota Malang ini, enggan tinggal di kamar kos yang sederhana. Mereka, layaknya borjuis, lebih nyaman tinggal di apartemen yang teronggok di tengah kota.
Ya, di Kota Malang, baru-baru ini berdiri sebuah apartemen di Jl Soekarno Hatta. Sesuai nama jalannya, hunian ini pun bernama Apartemen Soekarno Hatta; menjadi apartemen pertama yang berada di Kota Malang.
Tentu saja, fasilitas di apartemen ini tidak sama dengan fasilitas di kebanyakan rumah kos sederhana yang ditinggali mahasiswa perantauan. Apartemen ini memiliki kolam renang,129 kamar hotel, café, toko modern, dan areal parkir dua lantai.
Adalah Husin Muhammad (20), segelintir mahasiswa Kota Malang yang memilih tinggal di apartemen mentereng ini. Ada alasan kuat yang mendorong Husin memilih tinggal di apartemen.
Letak apartemen ini sangat dekat dengan kampus Husin, Universitas Brawijaya (UB) Malang. Tentunya hal ini membuatnya mudah untuk mencapai kampus.
Perlu diketahui, Husin tidak seperti mahasiswa kebanyakan. Husin adalah mahasiswa difabel yang kuliah di jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer. Dikarenakan kondisinya ‘tidak beruntung’, maka ia harus ke kampus menggunakan kursi roda.

Husin saat di kamarnya, di Apartemen Soekarno Hatta.
Setiap pagi ia harus berhati-hati ketika menyeberang jalan untuk menuju kampusnya. Mata Husin melihat awas sebelah kanan dan kiri saat berada di pinggir jalan. Begitu situasi dirasa aman, barulah dia menyeberang.
Gerak tangannya cepat memutar roda yang berdiameter sekitar 50 Cm itu. Dari belakang, seorang temannya ikut membantu menyeberangkan Husin agar segera tiba di trotoar kampus.
Husin tinggal di lantai 10, Apartemen Soekarno Hatta. Apartemen 19 lantai itu (tanpa lantai angka 4, 13 dan 14) letaknya hanya selemparan pandang mata dari UB Malang. Husin memilih tinggal di situ karena dinilai lebih terjangkau untuk mobilisasi dari dan ke kampus.
Husin beranggapan, selain jaraknya yang tidak jauh, fasilitas apartemen untuk kebutuhan difabel dinilai memadai.. Alhasil, sejak 2013, Husin enggan beranjak pergi dari tempat tinggalnya saat ini.
Kamar Husin memiliki luas 3x6 meter. Ada fasilitas kamar mandi dan dapur. Husin masuk kamar dalam kondisi kosongan, Husin pun harus membeli peralatan kamar seperti kasur, bantal, meja, serta keperluan lainnya.
“Tinggal di sini juga sekadar sementara, tapi nyaman juga meskipun biaya yang dikeluarkan terbilang tinggi. Yang penting kuliahku tidak terganggu,” katanya saat ditemui di sebuah warung kopi di lantai dasar apartemen, Minggu (7/6/2015).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/apartemen-soekarno-hatta_20150610_195328.jpg)