Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Hebat, Calon Dokter Ini Sukses Buat Benang Jahit Operasi dari Getah Jarak

Getah jarak ini diambil dengan menyayat kulit batang. Untuk benang sepanjang 70 sentimeter dibutuhkan sekitar 2 milimeter getah jarak.

Editor: fatkhulalami
Istimewa
Benang operasi dari getah jarak 

Untuk menyempurnakan benang yang sesuai dengan standart benang operasi. Mereka membuat cetakan dari aluminium dibantu anggota kelompok lain, yaitu Ahmad Aufal Marom (20) dari Teknik Industri dan Mohamad Rifan (20) dari Fakultas Hukum membantu untuk desain kemasan yang diajukan saat monitoring dan evaluasi (monev) hasil produk mereka.

“Cetakan kami hanya mampu membuat sampai ukuran 0,2 milimeter, ukuran ini cocok untuk benang bagian kulit. Kalau untuk ukuran kecil lagi kami harus membawanya ke pabrik tekstil di Bandung,” terangnya

Benag ini telah mereka uji dengan uji tarik sebesar 8 Newton, hal ini lebih kuat dari benang benang komersil yang uji tariknya sebesar 5,2 Newton. Hasil dari uji FT-IR menunjukkan gugus fungsi karbonil, gugus alkana, dan gugus hidroksil sehingga mempunyai sifat mudah terbiodegradasi.

Ini artinya benang dapat terdegradasi dalam tubuh dan menghasilkan produk akhir yang tidak beracun. Adapun untuk uji kelarutan, sampel dapat larut sempurna dalam PBS setelah 12 hari. Bahan ini akan terus dirancang memenuhi syarat sifat fisik sesuai SNI 16-3346-1994 tentang “Benang Operasi Terserap Sekali Pakai” dan USP 29-NF 24 tentang standar produk benang.

Jannah menerangkan, biaya pokok produksi untuk seutas benang berukuran 70 cm hanya sekitar Rp. 10.000. Harga ini tentu lebih murah dibandingkan benang impor yang harganya 200.000 per 70 cm.

Ia menambahkan benang getah jarak ini masih harus melalui beberapa proses penyempurnaan dan pengujian.

“Kami akan melakukan uji daya simpan atau kadaluarsa dan uji reaksi jaringan” terangnya.

Ia berharap kedepan Indonesia tak perlu impor benang jahit operasi lagi

Selain itu, saat ini mereka sedang berupaya mengambil izin untuk melakukan percobaan pada tikus. Namun, sebelumnya mereka akan mengubah proses sterilisasi benang yang awalnya menggunakan ozon3 menjadi pensterilan menggunakan golongan alcohol.

“Kami memilih tikus karena ukurannya lebih besar dari mencit dan sesuai dengan diameter benang,” ungkapnya.

(Sulvi Sofiana)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved