Rabu, 22 April 2026

Kediri

Setelah Diberitakan, Nenek Penderita Tumor Ini Banjir Simpati dari Pejabat

Akibat tumor abdomen di perutnya yang semakin membesar, Mbah Ginah sekarang hanya bisa ngesot

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Perut Mbah Ginah yang membuncit akibat menderita tumor abdomen, Senin (6/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Setelah diberitakan Harian Surya, Mbah Waginah atau Mbah Ginah (80) penderita tumor abdomen mulai kebanjiran simpati dari masyarakat. Para dermawan dan simpatisan memberikan tali asih berupa uang.

"Allhamdullilah ada masyarakat yang peduli. Malahan tadi ada bapak pejabat yang datang menjenguk Mbah Ginah," ungkap Katemi, salah satu kerabatnya kepada Surya, Senin (6/7/2015).

Meski tidak membawa bantuan, kedua pejabat yang datang menjenguk Mbah Ginah itu sempat memeriksa kondisi kesehatannya. Para pejabat itu ditemani pamong Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Mbah Ginah meski termasuk warga tidak mampu dan hidup serba kekurangan, tapi selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Keluarga yang mencoba mengurus identitas KTP sampai sekarang belum dilayani. Akibatnya, Mbah Ginah tidak dapat mengurus Jamkesmas maupun Jamkesda termasuk BPJS yang dibiayai pemerintah.

Katemi yang sehari-hari merawat Mbah Ginah menyebutkan, kerabatnya itu merupakan janda yang tidak punya anak keturunan.

"Dia menumpang di rumah saudaranya. Untuk makan dan keperluan sehari-hari dari bantuan dan pemberian warga," tambahnya.

Katemi berharap meski Mbah Ginah sudah tua tetap mendapatkan pengobatan semestinya.

Akibat tumor abdomen di perutnya yang semakin membesar, Mbah Ginah sekarang hanya bisa ngesot.
Sehari-hari dia hanya tiduran di ranjang bambu sederhana. Untuk makan dan MCK harus dibantu orang lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved