Jumat, 29 Mei 2026

Malang Raya

Enaknya Ngaji Sembari Rekreasi di Pondok Pesantren Hidayatullah Batu

Sembari menikmati nuansa pegunungan dan suhu segar, pendidikan akhlak di Ponpes Hidayatullah di Desa Sumberjo, Kota Batu, menarik perhatian.

Tayang:
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Achmad Amru Muiz
Suasana pengajian Pondok Pesantren (Ponpes) Pusdiklat Wisata Ruhani Hidayatullah di Kota Batu, Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, BATU - Akhlak yang baik pada diri seseorang bisa diasah asal mau menempa diri. Pondok Pesantren (Ponpes) Pusdiklat Wisata Ruhani Hidayatullah di Kota Batu, Jawa Timur memberi kesempatan itu kepada siapa saja yang ingin memperbaiki pikiran dan akhlak hidupnya.

Sembari menikmati nuansa pegunungan dan suhu segar, pendidikan akhlak di Ponpes Hidayatullah di Desa Sumberjo, Kota Batu, menarik perhatian banyak kalangan.

Entah lembaga pendidikan, perusahaan, hingga jamaah pengajian di masjid sudah pernah singgah ke pondok yang menempati lahan seluas 2,4 hektare itu.

Ponpes ini didirikan pria yang biasa dipanggil kakek Hasan, seorang pedagang farmasi di wilayah Indonesia Timur, pada 1993. Pondok itu dikenal sebagai tempat untuk memperbaiki akhlak dan pikiran, serta menumbuhkan jiwa mandiri di tengah aktivitas yang padat.

Kakek Hasan yang berdarah keturunan Tiongkok Ambon itu sengaja mengonsep Ponpes Hidayatullah demikian agar menjadi ciri khas Kota Wisata Batu.

“Kakek Hasan menyinergikan antara pendidikan rohani santri dengan pendekatan kepada alam ciptaan Allah SWT,” kata Rulli Abdullah, pengasuh Ponpes Hidayatullah.

Pendekatan lingkungan itu diyakini bisa menciptakan motivasi khusyuk saat beribadah, terutama di bulan Ramadan. Motivasi itu disampaikan dalam berbagai metode.

Salah satunya dengan membentuk kelompok kecil untuk mempelajari akhlak dan ibadah. Diskusi tentang apa yang pernah dialami sesuai ajaran Islam juga menjadi agenda mereka.

“Itu semua dilakukan dalam suasana santai di tempat berhawa sejuk sehingga tercipta pikiran jernih saat menuntut ilmu di Ponpes Hidayatullah ini,” ucap Rulli.

Memang, di tempat yang juga disebut sebagai Ponpes Pusdiklat Wisata Ruhani Hidayatullah Kota Batu itu, para santri tidak terikat aturan ketat. Alasannya, orang yang singgah ke pondok ini memang ingin mempelajari agama sembari refreshing. Jadi, waktunya singkat.

Maklum saja, mereka rata-rata adalah orang yang sibuk berkegiatan di kota asalnya. Paling lama berada di pondok selama empat hari. Santri anak-anak juga kerap berdatangan, mereka dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Malang, Pasuruan, dan Kediri.

Para orangtua memasukkan anaknya ke pondok agar memperoleh pencerahan pikiran di tengah padatnya rutinitas sekolah setiap hari. Namun, meski singkat, anak-anak mendapat bekal akidah dari berbagai sudut ajaran Islam.

Kegiatan keagamaan di pondok itu juga mampu menjauhkan pikiran dan keinginan anak-anak untuk selalu bermain di bulan Ramadan.

Setiap hari mereka salat tarawih berjamaah, belajar Alquran, belajar tentang kajian pengamalan sunnah Rasulullah SAW, dan tanya jawab tentang segala hal yang ingin diketahui sesuai ajaran agama Islam. Pelatihan pemantapan rohani, akidah dan iman juga disertakan di sela aktivitas itu.

“Salat tarawih tengah malam adalah upaya pondok menciptakan kekhusyukan santri,” tegas Rulli.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved