Malang Raya
Demi Manjakan Wisatawan, Predator Fun Park Impor Buaya Putih
111 ekor buaya yang kini menjadi koleksi dan penangkaran di Predator Fun Park yang ada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih kurang.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BATU - PT Bhakti Baru Sejastera (BBS) pengelola Predator Fun Park Batu berencana mendatangkan koleksi buaya manca negara.
Ini setelah dirasa 111 ekor buaya yang kini menjadi koleksi dan penangkaran di Predator Fun Park yang ada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih kurang.
Komisaris Utama PT BBS, Sastro Sanjoyo mengatakan, binatang buaya yang bakal didatangkan dari luar negeri dalam empat bulan kedepan diantaranya merupakan jenis buaya putih. Dengan demikian wisatawan yang berkunjung ke Predator Fun Park akan semakin dimanjakan dengan koleksi berbagai jenis buaya lokal maupun buaya impor.
"Kami optimis, kehadiran koleksi buaya dari luar negeri nantinya akan semakin menarik wisatawan untuk berkunjung ke PFP ini," kata Sastro Sanjoyo usai Grand Opening Predator Fun Park oleh Wali Kota Batu, Eddy Rumpolo, Minggu (2/8/2015).
Kedepannya, menurut Sastro Sanjoyo, di PFP dengan aneka koleksi buaya nantinya juga akan dipertontonkan atraksi dari buaya. Mulai akrobat hingga berbagai kepandaian dari binatang pemangsa tersebut.
"Yang jelas, PFP akan kami jadikan sebagai obyek wisata paling marik di Kota Batu," tandas Sastro.
Sementara Direktur Utama PT BBS, Heru Soeprapto mengatakan, keberadaan obyek wisata PFP di Desa Tlekung kecamatan Junrejo sebisa mungkin dimaksudkan untuk membantu masyarakat sekitar. Dimana selain mempekerjakan warga sekitar, Manajemen PFP juga menjual sahamnya kemasyarakat.
Setiap saham perdana dijual seharga Rp 500 ribu. Pembelian saham taman buaya dibatasi hingga 17 Agustus mendatang.
Dijelaskan Heru, total investasi pembangunan tempat wisata taman buaya mencapai Rp 21.5 miliar.
"Sesuai misi pemerintah mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami coba model bisnis baru dengan menawarkan saham kemasyarakat sekitar," kata Heru.
Untuk meyakinkan masyarakat desa Tlekung dan Batu khususnya agar berani membeli saham PFP, ungkap Heru, pihaknya akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam RUPS itu akan ditentukan kebijakan perusahaan untuk meningkatkan usaha.
"Kami yakin perkembangan wisata di Kota Batu terus naik dan kunjungan wisatawan ke PFP terus bertambah setiap bulannya," ucap Heru.
Sedangkan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan, tempat wisata di Kota Batu sekarang ini terus bertambah. Harapannya kunjungan wisatawan ke Kota Batu bisa mencapai 5 juta pengunjung pertahunnya.
"Kalau wisatawan yang berkunjung tambah banyak, tentunya putaran ekonomi masyarakat akan tambah banyak pula. Dan kesejahteraan masyarakat pasti semakin baik," tutur Eddy Rumpoko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/buaya-batu_20150802_211744.jpg)