Mahasiswa Suguhkan Teman ke Pacar

Ini Reaksi Tetangga Mahasiswa yang Memperkosa Teman Kuliahnya

Kehadiran Anin dalam rumah Gama, warga tahu namun mereka berpikir bahwa gadis tersebut adalah adik, atau saudara dari pemilik rumah tersebut.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Gama Mulya, tersangka kasus pembiusan dan pemerkosaan dalam rekontruksi di rumahnya, Perumahan Asrikaton Indah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2015). Rekontruksi ini digelar untuk mencocokan keterangan tersangka pada polisi dengan kejadian sebenarnya. 

SURYAMALANG.COM, PAKIS – Sosok Gama Mulya (24) di mata tetangganya berbalik 180 derajat dengan perilakunya. Di mata para tetangganya, mahasiswa Universitas Brawijaya ini dikenal baik, supel, serta ramah.

“Kalau lihat orangnya, malah berpikir kalau dia perempuan. Rambutnya panjang, dan jalannya pelan. Gak nyangka kalau seperti ini,” kata Herman, salah satu tetangga Gama disela rekontruksi kasus tersebut di Perum Asrikaton Indah, Kecamatan Pakis, Jumat (14/8/2015) sore.

Selain tetangga, mahasiswa teman Gama juga berpendapat serupa tentang sosok Gama. Mereka semua berpendapat bahwa Gama adalah sosok yang rajin, dan juga baik. Gama juga terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi kampus.

Oleh karena itu, tidak pula mengherankan jika teman-teman, serta tetangga Gama ikut hadir dalam rekontruksi kasus ini di Perum Asrikaton Indah. Mereka memadati pelataran rumah Gama yang berlantai dua, bercat merah putih, dan memiliki luas dengan kisaran 100 meter persegi.

Meski demikian, tak banyak dari warga ataupun teman-teman Gama yang berani berkomentar terkait keseharian mahasiswa semester akhir ini. Kala itu mereka hanya mengisahkan bahwa Gama adalah sosok yang sibuk. Pria ini pergi pagi, lalu kembali lagi ke rumah pada malam hari.

“Apabila ada gawe, maka dia ikut hadir tapi Cuma sebentar,” jelas Herman.

Tetangga yang lain turut berkomentar bahwa kendaraan Gama selalu berganti-ganti. Mobil terakhir yang ia kendarai adalah Daihatsu Grand Max, yang kini disita polisi karena menjadi sarana kejahatan yang Gama, dan pacarnya, Suci Anin Nastiti (20) lakukan.

Terkait kehadiran Anin dalam rumah Gama, warga tahu namun mereka berpikir bahwa gadis tersebut adalah adik, atau saudara dari pemilik rumah tersebut.

“Selebihnya kami tidak tahu,” kata Herman.

Dengan keseharian yang sederhana itu, warga ataupun teman Gama tak ada yang menyangka dengan kejahatan tersebut. Mereka justru berpikir bahwa Gama dijebak. Walau demikian, saat ditegaskan lagi tak satupun warga atau teman yang berani mengucapkan hal tersebut.

Ketua tim pengacara Gama, Gunadi Handoko menambahkan timnya sedang mengupayakan agar mahasiswa ini dapat berkuliah lagi. Mereka berharap Gama dapat menyelesaikan penelitian yang tengah digarap sebagai syarat kelulusan.

Walau demikian, harapan itu belum bisa diwujudkan karena Gama dan kekasihnya, Anin sudah diskorsing UB hingga ada ketetapuan hukum. Keputusan itu berdasarkan rekomendasi dari tim Kode Etik Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian pada Kamis (13/8/2015) sore.

“Kami belum tahu apa landasan perguruan tinggi klien kami (UB) memutuskan ini. Apakah landasannya moral, atau landasan hukum. Apabila landasan hukum, kan saat ini belum ada ketetapan,” kata Gunadi.

Gunadi menambahkan akan mempertanyakan keputusan skors ini. Ia merasa memiliki dasar yang kuat, salah satunya adalah prestasi dan peran Gama di perguruan tinggi negeri terbesar di Malang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved