Malang Raya
Berkas Dukungan untuk Calon Bupati Malang ini Dianulir, Ini Sebabnya
Nurcholis, calon Bupati Malang dari perseorangan, menyatakan hal itu sebagai faktor human error...
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, MALANG - Dalam verifikasi faktual (virtual) perbaikan dukungan untuk calon perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Malang ternyata ditemukan nama-nama yang seperti di virtual pertama.
Sehingga PPS mencoretnya karena sudah pernah diverifikasi sebelumnya.
"Karena nama-namanya sama, padahal sudah pernah diverifikasi pertama dulu, akhirnya itu jadi TMS (tidak memenuhi syarat)," jelas Totok Haryono, komisioner KPU Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (19/8/2015).
Sebagaimana diberitakan, virtual tahap kedua ini dilakukan karena paslon perseorangan kurang 18.142 dukungan.
Sehingga paslon menyerahkan berkas dukungan perbaikan sebanyak 111.571 pada 7 Agustus 2015 untuk diverikasi faktual.
Ternyata ada penemuan data nama-nama pendukung yang sama seperti di tahap pertama. Penemuan data itu terjadi di Kecamatan Poncokusumo, Sumbermanjing Wetan dan Ngantang.
"Seperti di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pada tahap pertama sudah diverifikasi. Ada 269 pendukung. Karena nama-nama sama, akhirnya jadi TMS," kata Totok.
Kemudian juga terjadi di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo. Modelnya juga begitu. Sehingga 1113 pendukung jadi TMS karena sudah pernah divirtual sebelumnya.
Selain itu juga ada kasus serupa di Kecamatan Ngantang. Tapi berapa yang menjadi TMS dari seluruh hasil virtual, Totok belum mengetahui.
"Hari ini (Rabu) rekapitulasi di tingkat kecamatan," kata dia. Sehingga baru diketahui seluruhnya pada 21 Agustus 2015 nanti saat ada rekapitulasi tingkat kabupaten dimana tiap PPK kecamatan melaporkan hasil virtualnya.
Tapi diperkirakan, tambah Totok, dukungan yang memenuhi syarat (MS) sudah lebih dari jumlah kekurangan 18.142 dukungan.
"Tapi angka pastinya ya nunggu 21 Agustus," tutur mantan wartawan itu.
Virtual dilakukan di 28 kecamatan di Kabupaten Malang. Tentang masuknya nama-nama yang sama dalam virtual perbaikan dukungan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, Totok tidak tahu.
Sementara Nurcholis, calon Bupati Malang dari perseorangan menyatakan itu faktor human error jika data sama masuk lagi.
"Bukan kesengajaan. Sebab jumlah dukungan KTP banyak. Lebih ke human error. Kalau jadi TMS, ya saya terima saja," ungkap aktifivis Partai Golkar itu dengan kalem.