Senin, 27 April 2026

Malang Raya

Awas, Yang Anda Kira Nyeri Rematik Biasa Itu Bisa Jadi Penyakit Serius!

"Tahunya kalau nyeri sendi itu rematik, terus beli jamu atau obat rematik dan lainnya. Jadinya penyakitnya yang asli terabaikan,"

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Aji Bramastra
kompas.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Saat mengalami nyeri pada sendi lutut, pinggul, tangan, ataupun tulang belakang orang biasanya mengira itu merupakan penyakit asam urat, kolesterol, rematik.

Padahal hal itu bisa merupakan Osteoarthritis (OA). Penyakit ini merupakan kondisi dimana sendi terasa nyeri Dan kaku akibat inflamasi yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.

Hal itu disampaikan oleh Dokter spesialis penyakit dalam, dr Bagus Putu Putra Suryana, dalam simposium Reumatology and Pain di Hotel Santika Premiere Malang, Sabtu (22/8/2015).

Seminar ini diadakan ini sebagai wadah para praktisi serta lembaga masyarakat untuk mengedukasi dan memberikan solusi terkait isu kesehatan. Salah satunya yaitu isu OA.

menjelaskan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap OA yang menjadikan kebanyakan dari mereka terlambat mendapat pengobatan.

"Tahunya kalau nyeri sendi itu rematik, terus beli jamu atau obat rematik dan lainnya. Jadinya penyakitnya yang asli terabaikan," jelasnya.

Dikatakannya OA terjadi karena berkurangnya cairan synovial yaitu asam hialuronat, yang berada di antara sendi tulang. Cairan ini sfatnya sebagai pelumas sehingga dapat mengatur elastisitas dan viskositas sendi.

"70 persen orang mengalami OA setelah usia 60 tahun. Kalau masih ringan belum berasa nyeri dari sendi, kemudian akan keluar bunyi kletuk-kletuk. Saat bunyi ini keluar masih dikatakan gejala. Dan jika semakin parah akan mengganggu fungsi sendi dan mengakibatkan kecacatan sendi, sehingga perlu operasi," jelasnya.

Untuk itu perlu diberikan terapi pada masyarakat dengan memberikan edukasi pembedaan penyakit tulang sendi, kemudian memperbaiki pola hidup dengan mengurangi beban sendi.

Pengontrolan berat badan juga harus dilakukan. Karena semakin besar berat badan seseorang maka beban sendi akan semakin besar pula.

"Tubuh ideal akan memberikan Kesehatan pada sendi, obesitas ataupun terlalu kurus juga jugatidak baik. Kalau wanita bahkan lebih rentan terkena OA. karena berat badannya meningkat saat kehamilan," paparnya.

Selain itu olah raga raga yang sesuai dengan porsi kekuatan tubuh akan sangat membantu melatih sendi. Tetapi olah raga atau pekerjaan yang terlalu berat akan mempercepat OA.

"Untuk pengobatan, awalnya bisa memakai obat anti nyeri atau anti radang. Tetapi saat OA sudah mencapai level 1 atau keatas harus dilakukan suntik injeksi asam hialuronat," paparnya.

Yuudi Suyud, Senior General Manager Medical Promotion Development Combiphar menambahkan ada dua macam obat injeksi untuk penanganan OA. Obat ini yaitu Hyalgan Dan Hyalone yang diproduksi dari bahan baku cengger ayam.

"Cengger ayam memiliki bahan yang sama dengan cairan pelumas kita, makanya dijadikan sebagai bahan baku alami setelah diubah menjadi biomolekural," jelasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved