Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Tetangga Jadi Korban KDRT Teriak Minta Tolong, Malah Dikira Suara Kucing

"Malah awalnya saya mengira itu suara kucing. Ternyata suara orang dari dalam rumah..."

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
surya/tribunnews.com
Ilustrasi - Suami di Surabaya tega bunuh istrinya sendiri dengan cara digorok dengan pisau daging. 

SURYAMALANG.COM, KARANGPLOSO - Suliati (58), warga RT 3 RW 3 Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang menjadi korban penusukan oleh suaminya sendiri, Sarpusarwe (57), masih menjalani perawatan di RS Prasetya Husada Karangploso, Senin (24/8/2015).

Suliati mengalami luka tusuk cukup dalam hingga mengenai usus besarnya.

"Luka tusuknya dalam sampai kena usus besar. Kemarin malam (Minggu), dia (Suliati) langsung menjalani operasi," kata Ketua RT 3 RW 3, Bachir, ditemui di rumahnya.

Ia tidak mengetahui persis peristiwa penusukan itu. Ketika itu Bachir sedang mengambil mobil di rumah saudaranya.

Sepulang mengambil mobil, Bachir melihat lokasi sudah ramai warga.

"Saya pulang warga sudah ramai. Pelaku sudah ditangkap sama warga. Karena jengkel, warga sempat memukuli pelaku," ujarnya.

Menurutnya, setelah melakukan penusukan, pelaku masih sempat lari mengejar korban sambil membawa pisau. Pelaku sempat melawan warga yang hendak menangkapnya dengan mengacung-acungkan pisau.

"Warga memukul tangan pelaku menggunakan kayu. Pisaunya terjatuh, warga langsung menangkapnya," katanya.

Ia mengungkapkan, pasangan suami istri itu baru satu tahun pindah di kampung tersebut. Sebelumnya, mereka numpang di rumah saudara yang juga berada di kampung itu.

Sekitar empat bulan, pasangan suami istri itu kontrak di rumah milik Nuranik (51).

"Yang perempuan (Suliati) asli warga sini. Tapi mereka lama merantau di Kalimantan. Baru setahunan kembali ke sini. Pelaku orangnya pendiam, jarang bergaul dengan tetangga," katanya.

Pemilik rumah kontrakan, Nuranik, menceritakan peristiwa penusukan itu terjadi menjelang salat Isya. Ia tidak mendengar keributan antara pelaku dan korban sebelum penusukan terjadi.

Ia hanya mendengan suara orang mengerang-ngerang cukup keras dari dalam rumah.

"Malah awalnya saya mengira itu suara kucing. Ternyata suara orang dari dalam rumah. Padahal saat itu korban baru mengambil air wudlu hendak salat isya di musala," katanya.

Nuranik langsung membuka pintu di kamar yang ditempati pelaku dan korban. Lokasi kamar yang ditempati pasangan suami isitri itu jadi satu dengan rumah Nuranik, hanya saja pintunya di luar. Nuranik kaget melihat korban sudah berlumuran darah. Darah juga tercecer di kasur dan lantai kamar itu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved