Kamis, 16 April 2026

Malang Raya

Hati-hati! Ternyata Korban dan Pelaku Pencabulan Makin Belia

Ini dipicu karena mereka melihat gambar porno. Selanjunya, mereka menirukannya ke teman sebaya mereka. "Anak-anak ada peniru paling baik,"

Katanya, guru BK tak hanya jarang ditemui di level sekolah dasar, tapi juga jenjang pendidikan di atasnya.

"Padahal anak-anak SD itu sudah butuh tempat curhat," ungkap dia.

Pemerintah sendiri tidak bisa memberi sanksi jika sekolah tidak memiliki guru BK. Sehingga tergantung dari sekolah itu sendiri.

Meski belum ada guru BK, ia mengapresiasi sekolah yang gurunya mau aktif mengajari anaknya melaporkan jika terjadi sesuatu. Dengan begitu, bisa segera ditindaklanjuti.

"Onok opo-opo matur, berani lapor. Guru mengajari aktif ke anak," kata aktivis anak itu.

Dari penemuan LPA Jatim, pada kasus-kasus yang mengenai anak-anak, ternyata bisa digali dari pengakuan anak-anak itu sendiri. Ia menyebutkan kasus di daerah tampal kuda.

"Anak-anak ternyata tahu dukun yang membantu menggugurkan," jelasnya.

Katanya, kasus asusila juga mengenai anak-anak baik yang kurang banyak mengerti dan tidak ada arahan orangtua.

Bahkan mereka tak jarang aktifis di sekolah atau kampus. Dari jadi korban, mereka kemudian bisa menjadi pelaku sehingga punya sex addicted. Sayang, yang seperti itu penanganannya belum terjangkau dan belum ada bantuan pemerintah.

"Negara belum sadar menyembuhkan. Belum tahu siapa yang merehabilitasi mereka," ungkapnya.

Saat ini, konsen pemerintah masih pada penanganan rehabilitasi korban narkoba.

"Semoga segera ada yang menangani. Entah dimulai oleh siapa," pungkasnya.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved