Malang Raya
Mahasiswa Universitas Brawijaya Jadi Penarik Ojek, Ini Ceritanya
Larangan membawa kendaraan pribadi bagi mahasiswa baru (maba) di Universitas Brawijaya (UB) menjadi target pasar ojek.
Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
“Kalau penumpang kami tertipu, kami tidak bisa menyalahkan siapapaun. Karena penumpang juga tidak konfirmasi dulu kode drivernya. Lumayan itu tarifnya sampai kena Rp 50.000,” jelasnya.
Saat ini karena usaha ini masih tergolong sederhana, pembagian hasil dilakukan setiap harinya. Minimal driver mendapat Rp 50.000 hingga Rp 200.000.
“Driver yang paling malas biasanya sudah bisa dapat Rp 50.000,” terangnya.
Presiden Eksekutif Mahasiswa, Reza Adi Pratama menjelaskan fenomena ojek ini memang sudah sejak tahun lalu marak. Hal ini memang karena maba dilarang membawa kendraan pribadi.
“Kami tidak bisa melacak atau mendata tukang ojeknya, tapi karena semakin banyak saat ini dan banyknya kriminalias. Maka kami juga sudah menghimbau ke maba untuk hati-hati,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ojek-maba_20150902_221038.jpg)