Malang Raya
Sudah Tambah Dosen, IKIP Budi Utomo Masih Kena Cekal
Rektor Drs Nurcholis Sunuyeko MSi, mengakui, meski pihaknya sudah menambah dosen, tapi larangan dari pemerintah belum dicabut.
Penulis: sulvi sofiana | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas IKIP Budi Utomo (IBU) Kota Malang masih tidak diperbolehkan pemerintah untuk menambah mahasiswa baru.
Ini karena rasio antara mahasiswa dan dosen, masih belum dianggap ideal.
Rektor Drs Nurcholis Sunuyeko MSi, mengakui, meski pihaknya sudah menambah dosen, tapi larangan dari pemerintah belum dicabut.
Menurut Nurcholis, saat ini dosen IBU sudah mencapai 232 dosen, dan 11 dosen bergelar doktor. Dan saat ini sejumlah dosen sedang menempuh pendidikan untuk program doktornya itu.
"Dengan penambahan dosen saat ini jumlah rasionya sebenarnya sudah 1: 44. Tapi kami belum bisa menerima lagi, sebelum meluluskan mahasiswa yang ada," kata Nurcholis, dalam acara peresmian gedung baru IKIP BU, yakni kampus C, Rabu (9/9/2015).
Meski demikian, status non aktif dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) tidak menghentikan proyek pembangunan kampus C IBU yang berada di wilayah Citandui Purwantoro Malang.
Kampus C ini terdiri dari gedung berlantai 4 yang direncanakan dapat menampung 6.000 mahasiswa. Dan dikhususkan untuk proses perkuliahan fakultas Ekonomi, Matematika, Bahasa Indonesia, Biologi, dan Sejarah. Untuk Pendidikan Olahraga dan Pendidikan Bahasa di tempatkan di kampus A, sedangkan kampus B yang berada di Kota Batu direncanakan akan dialih fungsikan sebagai hotel.
"Jika kampus lain pada umumnya mendapat dana hibah dari pihak ketiga ataupun anggaran pemerintah, kami membangun kampusnya 100 persen dari dana pribadi," terangnya.
Bangunan kampus C ini dikatakannya masih 80 persen. Dengan menghabiskan dana sekotar Rp 50 miliar, nantinya kampus ini akan kami lengkapi dengan rest area mahasiswa lengkap dengan fasilitas wi fi. Serta pada bagian timur akan dibangun dome.
"Ini bentuk peningkatan kualitas kami,jadi meskipun kami tidak menerima mahasiswa untuk tahun ini. Peningkatan kualitas tetap kami lakukan. Apalagi proses pembangunan kampus C dilakukan 2 bulan sebelum statusnya nonaktif," paparnya.
Iapun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas moratorium yang diberlakukan pada tahun ini. Sehingga masyarakat tidak dapat kuliah di IBU, tetapi ia berharap dengan peningkatan kualitas IBU masih dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat.
"Yang daftar kemarin sampai 1000 orang, tapi kami tidak menerima untuk menjaga rasio jumlah mahasiswa dan dosen," paparnya.
Dikatakannya, saat ini dosen IBU sudah mencapai 232 dosen, dan 11 dosen bergelar doktor. Dan saat ini sejumlah dosen sedang menempuh pendidikan untuk program doktornya itu. "Dengan penambahan dosen saat ini jumlah rasionya sudah 1: 44, jadi kami belum bisa menerima lagi, sebelum meluluskan mahasiswa yang ada," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kampus-ikip-budi-utomo_20150712_222649.jpg)