Probolinggo
Asyik Malan-Minum, Mahasiswa Tewas Tertimpa Batu di Air Terjun Madakaripura
Tak ada suara apapun, tiba-tiba sebuah batu jatuh dan merobek atap warung milik Temi. Batu itu langsung menimpa kepala Reza di bagian belakang
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG, PROBOLINGGO - Imam Juma'i (21), tadinya sedang asyik bercengkrama dengan Reza Gilang Bastian (21). T
eman sekelas di Teknik Sipil Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya itu habis mandi dan bersenang-senang bersama empat temannya yang lain di Air Terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo, Kamis siang (10/9/2015).
Namun, nahas terjadi pada diri kawannya tersebut, Reza tewas tertimpa batu hingga tewas.
Usai bermain air, keenam mahasiswa UWK Surabaya ini beristirahat sejenak di sebuah warung milik Temi. Posisi warung Temi tepat di bibir kolam tempat air terjun tumpah. Pun posisi warung Temi ini membelakangi sebuah tebing setinggi sekitar 100 meter.
Imam duduk di sebelah sebelah Reza menghadap sebelah barat, sementara kawannya itu duduk menghadapi tebing. Mereka masing-masing tengah asyik menyantap mi instan dan segelas kopi.
Tak ada suara apapun, tiba-tiba sebuah batu jatuh dan merobek atap warung milik Temi. Batu itu langsung menimpa kepala Reza di bagian belakang sebelah kiri.
Reza langsung kejang-kejang dan berlumuran darah. Tak berapa lama, Reza langsung menghembuskan nafas terakhir tepat di bawah kaki Imam.
"Kami benar-benar tidak menyangka kalau akan ada batu menimpa Reza. Malah saya pikir Reza tengah bercanda, sampai kami melihat darah yang keluar," kata Kapolsek Lumbang, Iptu Mustaji, menuturkan keterangan Imam saat diperiksa, Jumat (11/2015).
Mustaji menerangkan keenam mahasiswa ini datang ke Madakaripura usai berwisata ke Gunung Bromo. Mereka hendak pulang ke Surabaya, namun mampir dulu untuk menikmati air terjun yang dikenal sebagai petilasan Gajah Mada ini.
Berdasarkan olah TKP, Mustaji menyimpulkan batu yang menimpa Reza memiliki berbentuj hampir bundar dengan diameter 40 cm dan berat 4 kg.
Penyebab batu tersebut jatuh dari tebing karena wilayah tersebut masih banyak kera-kera liar.
"Kemungkinan, kera-kera itu sedang bermain atau mencari makan lalu tak sengaja mendorong batu tersebut hingga jatu," ujarnya.
Pemandu wisatawan di Air Terjun Madakaripura, Timan (55) menuturkan ketika sebuah batu jatuh dari puncak tebing, biasanya akan mengeluarkan bunyi desing. Saat kejadian Reza, lanjutnya, bunyi desing itu tak ada.
"Kalau tak ada bunyi biasanya batu jatuh dari tengah tebing. Kemungkinan dari ketinggian 60-70 meter," imbuh Timan.
Timan yang sudah menjadi guide sejak tempat wisata ini dibuka pada tahun '90-an ini menyatakan ia dan sesama guide yang lain selalu memperingatkan pengunjung untuk menyingkir jika ada batu yang terjatuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/air-terjun-probolinggo_20150911_201752.jpg)