Selasa, 7 April 2026

Malang Raya

Proyek Hutan Malabar Berhenti : Walhi Senang, Warga Murung

"Kalau bersih, orang akan senang berkunjung ke sini. Bisa dipakai tempat refreshing. Pengennya tetap dilanjutkan, jangan mandek di tengah jalan,"

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pekerja memasang pagar keliling di lokasi hutan kota Malabar Kota Malang, Rabu (29/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah warga Kelurahan Oro-oro Dowo menyesalkan penghentian proyek revitalisasi Hutan Kota Malabar.

Persoalannya, pekerjaan proyek sudah setengah jalan. Penghentian proyek malah membuat kondisi Hutan Kota Malabar terlihat rusak.

Warga Gang 11 Kelurahan Oro-oro Dowo, Hariyono berharap pembangunan Hutan Kota Malabar terus dilanjutkan. Asalkan, pelaksanaan pembangunan hutan kota tidak merusak pohon yang sudah ada.

Malah kalau bisa, Pemkot Malang menambah pohon yang ada di lokasi.

"Kalau pekerjaan proyek dihentikan, kondisi Hutan Kota Malabar malah rusak. Kalau bisa pembangunannya terus jalan, tapi jangan merusak lingkungannya," kata Hariyono, Jumat (11/9/2015).

Hal sama dikatakan warga lain Kelurahan Oro-oro Dowo, Nani. Ia mengaku senang dengan revitalisasi Hutan Kota Malabar.

Dengan adanya revitalisasi, kondisi Hutan Kota Malabar akan lebih ramai pengunjung dan terawat. Ia ingin Pemkot Malang terus melanjutkan revitalisasi hutan kota.

"Kalau pembangunannya diberhentikan di tengah jalan, malah merusak hutan kota. Kalau bisa pembangunannya tetap dilanjutkan," ujarnya.

Agus Prayitno, warga Bareng, Klojen, Kota Malang, mengatakan sebenarnya pekerjaan revitalisasi hutan kota tidak ada pemotongan pohon. Pelaksanaan revitalisasi hutan kota malah akan menambah ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

"Kalau bersih, orang akan senang berkunjung ke sini. Bisa dipakai tempat refreshing. Pengennya tetap dilanjutkan, jangan mandek di tengah jalan," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved