Kamis, 9 April 2026

Kota Malang

Terik El Nino Godzilla Bisa Mengancam Nyawa, Dosen UMM Beberkan Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

Terik El Nino Godzilla Bisa Mengancam Nyawa, Dosen UMM Beberkan Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

ISTIMEWA
EL NINO - Dosen Keperawatan UMM, Nur Melizza SKep Ns MKep, menjelaskan tentang ancaman El Nino Godzilla dan cara menghadapi cuaca panas ekstrem, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • El Nino Godzilla yang memicu cuaca panas ekstrem, tak sekadar membuat gerah, tetapi juga menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, khususnya bagi pekerja lapangan
  • Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Melizza SKep Ns MKep, mengingatkan bahaya tersembunyi berupa heat stroke atau serangan panas yang bisa berujung fatal
  • Berbeda dengan dehidrasi biasa, kondisi ini jauh lebih berbahaya karena panas terperangkap di dalam tubuh dan produksi keringat berhenti

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Cuaca panas ekstrem yang dipicu fenomena El Nino Godzilla kini tak sekadar membuat gerah, tetapi juga menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, khususnya bagi pekerja lapangan.

Akademisi kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengingatkan bahaya tersembunyi berupa heat stroke atau serangan panas yang bisa berujung fatal.

Dosen Keperawatan UMM, Nur Melizza SKep Ns MKep, menjelaskan bahwa heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal.

Berbeda dengan dehidrasi biasa, kondisi ini jauh lebih berbahaya karena panas terperangkap di dalam tubuh dan produksi keringat berhenti.

"Akibatnya, suhu tubuh terus meningkat. Dalam kondisi parah, bisa menyebabkan kerusakan otak hingga gangguan fungsi organ," ucap Nur Melizza kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online (ojol), kurir, pekerja konstruksi, petani, hingga satpam menjadi pihak paling rentan.

Mereka harus beraktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung selama berjam-jam, ditambah penggunaan perlengkapan kerja seperti jaket tebal atau helm tertutup yang justru memerangkap panas di tubuh.

Baca juga: Angin Kencang Menerjang Poncokusumo dan Kepanjen, BPBD Kabupaten Malang Ingatkan Potensi Hujan Lebat

"Jika harus memakai jaket sesuai prosedur perusahaan, biarkan resleting sedikit terbuka. Tujuannya agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar," jelasnya.

Nur menambahkan, risiko heat stroke semakin tinggi jika pekerja kurang minum, minim waktu istirahat, serta mengenakan pakaian yang tidak menyerap keringat.

Kondisi ini juga bisa diperparah saat aktivitas berat dilakukan pada jam-jam rawan, yakni pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Untuk itu, ia membagikan sejumlah langkah pencegahan sederhana namun krusial.

Pekerja disarankan selalu membawa air minum dan rutin mengonsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus.

Selain itu, penting untuk menyempatkan istirahat selama 20–30 menit di tempat teduh.

Jika penggunaan jaket kerja tidak bisa dihindari, ia menyarankan agar resleting dibuka sedikit untuk membantu sirkulasi udara.

Lebih dari itu, Nur menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi tubuh.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved