Perampokan di Bojonegoro
Astaga, Istri Notaris Hamil 8 Bulan dan Anak Balita Disandra Perampok
Seorang perampok sudah mengarahkan pisau dapur ke anak dan istrinya. Reza pun menuruti permintaan perampok itu agar tidak terjadi korban jiwa.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Komplotan perampok penguras uang dan perhiasan milik notaris Reza Perveez Kalia (52), Minggu (27/9/2015) sekitar pukul 01.30, ternyata sempat menyandera anak dan istri Reza yang sedang hamil delapan bulan.
Penyanderaan itu bertujuan agar Reza menunjukkan lokasi uang dan perhiasan miliknya.
Saat ditemui reporters Surya di rumahnya di Jalan Untung Suropati nomor 5 sepulangnya dari Polres Bojonegoro, sekitar pukul 09.30, terdapat empat perban menempel di tubuh Reza. Ia menyesalkan ulah perampok sampai melakukan kekerasan terhadapnya.
Reza menceritakan, dini hari tadi, ada tiga perampok langsung masuk dari pintu depan ke bagian belakang rumahnya. Mereka sempat menggedor pintu kamar anaknya yang masih balita. Komplotan perampok juga menodongkan clurit ke mertuanya.
Ulah perampok itu menyebabkan anak dan mertua Reza berteriak ketakutan. Saat itu, Reza yang sudah tidur sejak pukul sekitar 21.00, keluar dari kamar karena mendengar teriakan keras. Dinihari tadi, ada lima orang yang berada di dalam rumah Reza, yaitu Reza, istrinya yang sedang hamil delapan bulan, mertua, pengasuh anak, dan anaknya.
Setelah keluar dari kamarnya, ia sudah di hadapan tiga perampok, masing-masing membawa pisau dapur, obeng panjang, dan sebuah clurit kecil. Dua perampok bertubuh kurus setinggi sekitar 155 cm dan seorang perampok tubuh besar setinggi 170-an cm.
Dua perampok bertubuh kecil mengenakan penutup kepala dan jaket warna cerah, sedangkan perampok bertubuh besar mengenakan penutup wajah (masker) berjaket hitam. Perampok bertubuh besar inilah, kata Reza bertindak lebih kejam.
“Saya keluar dari kamar, tanpa basi basi, mereka melayangkan clurit ke saya,” ujar Reza sembari menunjukkan luka di tubuhnya.
Usai menclurit Reza, seorang perampok yang bertubuh besar minta supaya semua anggota keluarga Reza yang mengetahui ulahnya tidak berteriak. Jika berteriak, mereka diancam akan dibunuh.
Seorang perampok sudah mengarahkan pisau dapur ke anak dan istrinya. Reza pun menuruti permintaan perampok itu agar tidak terjadi korban jiwa.
“Ya udah saya menyerah, mau ambil apa saja silakan,” kata Reza yang masih berlumuran darah di wajahnya kepada para perampok.
Melihat anggota keluarga Reza tak berdaya, para perampok menyekap Reza di kamar belakang. Mereka kemudian masuk ke kamar pribadi Reza untuk menguras uang dan perhiasan. Antara lain, empat buah cincin, satu kalung perempuan, satu cincin perempuan, lima arloji masing-masing seharga Rp 1 jutaan, empat buah ponsel, dan uang tunai sekitar Rp 12 juta.
Puas menguras uang dan harta benda milik keluarga Reza, sekitar 30 menit kemudian, komplotan perampok meninggalkan rumah melalui pintu depan.
Informasi yang dihimpun, komplotan ini mengendarai mobil jenis Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia.
“Saya punya keyakinan, yang merampok tidak akan kaya, yang dirampok tidak akan melarat. Saya ikhlas, tidak ada sedikitpun emosi,” tukas Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rumah-korban-rampok_20150927_120537.jpg)