Malang

Tak Mau Kalah dengan Go-Jek, Aplikasi Polisi Malang Kota Go Nasional

Layaknya aplikasi Go-Jek, aplikasi polisi Malang sudah mencapai 2.400 buah

Tak Mau Kalah dengan Go-Jek, Aplikasi Polisi Malang Kota Go Nasional
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata memberi penjelasan terkait aplikasi Polisi Malang Kota pada Asisten Rencana Polri, Irjen Pol Arif Wahyunadi di Polres Malang Kota, Selasa (3/11/2015) siang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Aplikasi Polisi Malang Kota yang di release Polres Malang Kota pada September 2015 lalu bakal go nasional. Aplikasi itu akan dipergunakan seluruh masyarakat Indonesia dalam berhubungan dengan polisi dengan cepat.

Rencana aplikasi berbasis android ini go nasional pertama kali diungkapkan Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata saat bertemu SURYAMALANG.COM, Selasa (3/11/2015) siang.

“Kebutuhan untuk membuat aplikasi yang skala besar, saat ini sedang diproses,” kata Singgamata.

Sekadar diketahui, aplikasi sejenis Panic Button tersebut mendapat perhatian luas bagi masyarakat. Itu terlihat dari jumlah pengunduh aplikasi. Layaknya aplikasi Go-Jek, aplikasi polisi polisi Malang sudah mencapai 2.400 buah

Begitu pula dengan laporan warga melalui aplikasi gratis ini. Menurut Singgamata, respon masyarakat Kota Malang memanfaatkan aplikasi ini sangat baik.

“Warga yang laporan sangat besar, hal yang remeh pun ikut dilaporkan tapi tidak apa,” kata Singgamata.

Meski demikian, ia tak merinci berapa banyak laporan warga dalam aplikasi tersebut.

Selain itu, aplikasi ini juga membuat Asisten Rencana Polri, Irjen Pol Arif Wahyunadi menyambangi Kantor Polres Malang Kota. Pria yang menjadi pembisik Kapolri Jendral Badrodin Haiti untuk memutuskan reformasi di tubuh Polri ini tiba di Malang, Selasa siang.

“Aplikasi ini menjadi bahan masukan ke Mabes Polri,” kata Arif.

Arif menambahkan aplikasi Polisi Malang Kota kini tengah mereka analisa dan evaluasi terlebih dahulu. Ia hendak menilai efektifitas aplikasi tersebut di tengah masyarakat, serta tanggapan masyarakat setelah memanfaatkan aplikasi tersebut.

Selain melihat proses aplikasi Polisi Malang Kota, Arif juga menuntaskan penilaian Kompolnas Award yang baru berlangsung pertama kali di Indonesia. Menurut Arif, Jawa timur sudah meloloskan dua wakil ke perhelatan ini. Dua wilayah yang lolos ke penilaian Kompolnas award adalah Polres Malang Kota dan Polres Jember.

“Keduanya masuk sembilan besar. Ini sudah bagus, sebab ada 452 Polres se Indonesia yang kami seleksi,” tambahnya.

Untuk diketahui, aplikasi Polisi Malang Kota baru di release Polres Malang Kota pada Jumat (16/10/2015) malam. Peluncuran aplikasi dilakukan dalam pertemuan rutin Pemerintah Kota Malang dengan puluhan Ketua RW dari empat kecamatan Kota Malang di Hotel Savana.

Aplikasi ini bisa diunduh gratis lewat play store, dengan nama Polisi Malang Kota. Aplikasi berukuran 9,4 megabytes dan berlogo Polres Malang Kota ini dapat dimiliki siapa saja dengan syarat pengguna android. Tak ada spesifikasi khusus untuk dapat memilikiaplikasi ini.

Dalam aplikasi ini, masyarakat dapat memberi laporan tindak pidana pada polisi. Setelah laporan diberi, tim Polres Malang Kota atau anggota polisi terdekat akan menindak lanjutinya. Selain itu, warga juga dapat memberi kritik dan saran atas kinerja polisi di sekitar mereka.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved