Piala Jenderal Sudirman
Arema Tinggal Selangkah ke Delapan Besar, Ini Hitungannya
Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo bersyukur dengan kemenangan yang didapat timnya kali ini meskipun tetap menilai masih banyak kekurangan.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Arema Cronus sukses meraup kemenangan mutlak di ajang Piala Jenderal Sudirman. Singo Efdan menggulung tim PBR dengan skor 4-2 dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Senin (16/11/2015) malam.
Kemenangan dengan empat gol ini nyaris mengulang kemenangan di laga sebelumnya.
Pasukan Arema pantas meraih kemenangan besar, lantaran permainan mereka mulai membaik. Dua Spanyol Arema mampu menunjukkan adaptasi yang lebih baik dengan rekan setimnya. Hal ini ditunjukkan dengan gol yang kembali dicetak oleh Kiko Insa dan asist yang dibuat Toni Espinosa.
Kemenangan Arema atas PBR justru didapat setelah lebih dulu tertinggal. Seisi Stadion Kanjuruhan sempat dikejutkan oleh gol cepat Gaston Gastano di menit awal pertandingan.
Arema membalas keunggulan PBR dengan menyamakan skor 1-1 lewat sundulan Kiko Insa di menit 23. Pemain asing yang berposisi sebagai bek itu mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tendangan bebas dari rekan senegaranya, Toni Espinosa.
Singo Edan bisa membalik keadaan dan memimpin skor jadi 2-1 di menit 28.
Gonzales yang bergerak tanpa bola sukses mengambil bola liar yang didapat setelah Samsul Arif menusuk pertahanan PBR. Dengan mudah El Loco menempatkan bola ke sisi gawang yang kosong. Kemenangan 2-1 Arema bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua permainan skuat Arema semakin membaik. Beberapa kali sentuhan satu-dua antar pemain menjadi peluang emas, hanya saja belum bisa menghasilkan gol.
Permainan cantik itu semakin membaik setelah Joko Susilo memasukkan Hendro Siswanto dan Sunarto. Sunarto yang baru masuk, mampu mengancam gawang PBR sehingga harus dilanggar kiper PBR, Adithya Harlan. di kotak penalti di menit 66.
Gonzales yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menambah koleksi golnya dengan sepakan penalti yang cantik.
Menit 71 giliran Sunarto mencetak skor tambahan. Umpan terobosan yang menusuk dari Toni mengarah tepat pada Sunarto yang tidak terkawal. Pemain nomor punggung 18 yang tinggal berhadapan dengan kiper itu sukses mengubah skor kemenangan Arema menjadi 4-1.
Sayangnya para pemain Arema menjadi lengah di penghujung pertandingan. Arema harus mendapat hukuman penalti setelah Hendro Siswanto dianggap melakukan pelanggaran pada David Laly. PBR memanfaatkan hadiah penalti lewat sepakan Kim Kurniawan tepat sebelum peluit panjang ditiup wasit.
Pelatih PBR, Pieter Huistra menyebut kekalahan timnya tidak terlepas dari gol balasan yang dibuat Arema dalam waktu cepat.
"Kami kebobolan karena panik. Kesalahan kami dimanfaatkan Arema dengan gol, Arema tim yang bagus, " ujar Huistra seusai pertandingan.
Meski demikian ia menilai banyak hal positif yang didapat timnya dalam pertandingan ini untuk dijadikan modal di pertandingan berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/el-loco-gonzales_20151116_225128.jpg)