Malang Raya
Bule-bule Berbikini Seksi Ikut Kampanye, Inilah Jawaban Tim Dewanti-Masrifah
Tidak ada upaya proteksi budaya, sehingga bule-bule bebas berkeliaran menggunakan bikini.
Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Koordinator Pendamping Tim Pemenangan Dewi Sri, Gunawan tidak membantah ada bule berbikini di kampanye Dewi Sri. Namun pihaknya tidak pernah mengundang bule-bule tersebut.
Mereka sedang berada di pantai, kemudian bergabung ketika ada hiburan musik.
“Semunya spontan saja, tidak ada yang merencanakan. Kebetulan kami kampanye tidak jauh dari pantai, dan bule-bule itu sedang di sana. Mereka bergabung begitu saja,” terang Gunawan, Selasa (23/11/2015).
Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang ini menambahkan, pihaknya tidak mungkin mengusir para wisatawan asing tersebut. Sebab perlakuan kasar terhadap mereka, membawa dampak buruk citra wisata di Kabupaten Malang.
Karena itu, timnya memilih menghormati kehadiran mereka, dan membiarkan berbaur dengan peserta kampanye.
“Bisa saja kami bersikap kasar, melarang mereka masuk arena kampanye. Tapi di sini citra pariwisata kita sedang dipertaruhkan. Jangan ada kesan masyarakat Malang kasar dan tidak sopan,” tambah Gunawan.
Terkait bule berbikini tersebut, Gunawan juga mengaku kaget. Namun sisi positifnya, ternyata pantai di Malang dinikmati wisatawan asing.
Sebaliknya, Gunawan mempertanyakan pengawasan terhadap perilaku para wisatawan.
Bagaimana mungkin, ada bule mengenakan bikini, sementara masyarakat setempat menganggapnya hal tabu. Gunawan justru menilai, pengelolaan wisata Malang selama ini buruk dan tidak ada pengawasan.
Tidak ada upaya proteksi budaya, sehingga bule-bule bebas berkeliaran menggunakan bikini.
“Mereka sudah berbikini saat dari pantai. Kemudian mereka datang ke arena kampanye masih menggunakan bikini. Jadi bukan kesalahan kami dong,” tegas Gunawan.
Gunawan mengaku siap, jika Panwas memanggil terkait masalah ini. Sebaliknya, tim pemenangan Dewanti-Masrifah akan balik melaporkan pihak yang menyebarkan foto hot para bule tersebut. Sebab menurutnya, ada upaya memojokan paslon nomor dua lewat foto-foto tersebut.
Penyebaran foto tersebut sengaja dilakukan, sebagai bagian dari kampanye hitam. Penyebaran foto tersebut diikuti pesan, bahwa kampanye Dewi Sri melanggar norma kesopanan.
“Kami akan lapor, karena ini sudah masuk kejatahan ITE (informasi dan transaksi elektronik). Harus diungkap, siapa yang menyebar fotonya dan dengan tujuan apa,” ungkap Gunawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kampanye-bikini_20151124_144322.jpg)