Malang Raya
Eddy Rumpoko Bagi-bagi Uang ke Guru Ngaji dan Injil, Ini Jumlahnya
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan, insentif yang diberikan pada guru ngaji, guru injil, guru ponpes, dan hafidz lebih sebagai penghargaan.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu merealisasi bantuan dana insentif pada guru ngaji, guru injil, guru pondok pesantren dan hafidz.
Dana insentif yang diberikan kali ini menjadi yang terakhir menggunakan prosedur lama setelah mulai tahun 2016 penyaluran dana insentif menggunakan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Pemkot Batu, Teguh Wijayanto mengatakan, dalam penerimaan dana insentif tahap kedua tahun 2015 (enam bulan kedua) untuk 1.500 guru ngaji masing-masing mendapatkan dana insetif Rp 1,2 juta, guru injil sebanyak 80 orang masing-masing mendapatkan dana insentif Rp 1,2 juta, guru pondok pesantren mencapai 235 orang dengan insentif masing-masing Rp 1,5 juta, dan 50 orang hafidz atau penghafal Al-Quran mendapatkan insentif masing-masing Rp 1,8 juta per orang.
"Semua dana insentif tersebut dialokasikan dari APBD 2015 Kota Batu," kata Teguh Wijayanto usai penyerahan dana insentif di masjid Block Office Kota Batu, Jumat (27/11/2015).
Memang, diakui Teguh, setelah bakal diterapkannya ketentuan baru untuk penyaluran dana hibah pada tahun 2016 hingga sekarang ini hanya ada delapan proposal yang masuk ke bagian kesra Pemkot Batu.
Hal itu diluar kebiasaan karena jumlah proposal yang masuk ke bagian kesra menjelang akhir tahun biasanya jumlah sudah puluhan proposal.
"Artinya warga sudah mengetahui dan mengerti akan penerapan aturan baru penyaluran dana hibah, sehingga mereka seolah tiarap mengajukan proposal. Baik proposal kegiatan keagamaan maupun proposal kegiatan masyarakat," tandas Teguh Wijayanto.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengatakan, insentif yang diberikan pada guru ngaji, guru injil, guru ponpes, dan hafidz lebih sebagai penghargaan dan terima kasih dari Pemkot Batu. Karena berkat para guru tersebut yang mendidik anak-anak dengan tulus iklas dan penuh tanggung jawab akan bisa menjadikan jiwa dan budi pekerti yang baik bagi generasi muda kota Batu.
"Tanpa peranan guru ngaji, guru injil, guru ponpes, dan hafidz niscaya jiwa dan budi pekerti yang baik bagi anak di Kota Batu bisa dicapai," kata Eddy Rumpoko.
Oleh karena itu, ungkap Eddy Rumpoko, dengan dana insentif tersebut juga diharapkan akan menambah semangat dan motivasi bagi para guru dalam mendidik anak-anak. Dengan demikian apa yang diharapkan oleh Pemkot Batu bisa terwujud.
"Kami optimis, generasi kota Batu kedepan bisa lebih baik budi pekerti dan perilakunya bila pengajaran dilakukan dengan baik pula," tutur Eddy Rumpoko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/eddy-rumpoko-lg_20151127_172625.jpg)