Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

Nakat, Remaja Misterius Tabrakkan Diri ke Bus hingga Tewas

"Kami apes. Ternyata dia sejak pagi sudah begitu, kata warga sekitar agak stres. Marah-marah dari pagi,"

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Keadaan Bus Restu paska menabrak seorang remaja di Blimbing, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Seorang remaja tewas setelah menabrak bus Restu di Jalan Ahmad Yani Utara, Kelurahan Bale Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (13/12/2015) sekitar pukul 14.15.

Informasiny, remaja laki-laki itu sengaja menabrakkan diri ke kepala bus. Akibatnya dia tewas seketika dengan kepala pecah.

Informasi ini disampaikan kenek bus Restu, Yono.

"Upaya bunuh diri, wong dia tiba-tiba melompat di depan bus dengan tubuh dan kepala menghadap bus. Kayak banteng itu lho, ngajak adu ngarep (adu depan)," ujar Yono sambil memperagakan tubuh si remaja tersebut.

Bus Restu bernomor polisi N 7757 UG itu melaju dari arah utara atau dari Surabaya. Saat tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba seseorang melompat dari pembatas jalan di sisi kanan bus. Jarak orang itu dengan bus sudah dekat.

Setelah melompat, dia kemudian menghadapkan dirinya ke arah kepala bus. Sopir, Karyanto (45) warga Pare, Kediri, sudah berusaha mengerem namun tidak bisa menghindari tubuh remaja yang diperkirakan berusia 18 tahun itu.

Tabrakan tak terhindarkan. Remaja itu terlempar dan terluka parah di kepala. Benturan keras itu membuat lampu kiri depan bus copot dan penyok. Bemper sebelah kiri juga copot meskipun masih nyanthol di rangka bus.

"Kami apes. Ternyata dia sejak pagi sudah begitu, kata warga sekitar agak stres. Marah-marah dari pagi," imbuh Yono.

Agung Indra, kondektur Bus Restu, menambahkan, mulai pukul 04.30, warga sekitar jalan itu sudah dihebohkan dengan kelakukan remaja itu. Ia melempari kendaraan yang lewat dan juga berusaha mencegak sebuah truk tangki. Ia juga menghadapkan dirinya ke truk tangki.

Warga sekitar menghalangi perbuatan remaja itu. Bahkan warga sekitar juga memarahinya. Selama beberapa jam, remaja itu tidak membuat kehebohan.

Sekitar pukul 13.30, remaja itu makan di sebuah warung di Jalan Selat Cendrawasih. Usai makan, sambil marah-marah, ia berjalan melawan arus di Jalan Ahmad Yani Utara.

Ia berjalan ke arah utara sedangkan kendaraan melaju ke arah selatan di jalur satu arah, jalur menuju Terminal Arjosari dari arah Surabaya.

Ia kemudian berjalan juga di atas pembatas jalan yang memisahkan dua jalur di Jalan Ahmad Yani Utara. Tanpa dinyana, ia melompat di depan bus Restu dan tabrakan tak terhindarkan.

"Mulai pagi dia sudah berbuat begitu. Tadi pagi truk tangki yang dia cegat tetapi berhasil dihalangi warga. Sepertinya stres anak itu," kata Agung.

Jenazah remaja laki-laki itu dibawa ke Kamar Mayat RS Saiful Anwar Malang. Hingga pukul 15.30, polisi belum mendapatkan identitas remaja itu sehingga masih diberi label Mister X.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved