Breaking News
Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Inilah Keterangan Resmi Pengelola Mitra Carrefour Soal Kecelakaan Kerja yang Telan 3 Nyawa

Yudi mengaku apa yang perlu disampaikan terkait jatuhnya gondola sudah ia ceritakan kepada penyidik Polres Malang Kota.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya crane yang menyebabkan tiga pekerja tewas di Pusat Perbelanjaan Mitra, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Rabu (6/1/2016). Olah TKP ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pengelola Mitra Pasaraya (Mitra Carrefour) akhirnya mau bicara terkait jatuhnya gondola di pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan KH Agus Salim Kecamatan Klojen Kota Malang itu.

Salah satu pemilik, Yudi Avian mau memberikan keterangan kepada wartawan setelah mendampingi petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya olah TKP di tempatnya, Rabu (6/1/2016).

"Maaf kemarin saya tidak bisa memberikan keterangan apa-apa, masih bingung ngurusi semuanya," kata Yudi memulai perbincangan dengan SURYAMALANG.COM.

Yudi mengaku apa yang perlu disampaikan terkait jatuhnya gondola sudah ia ceritakan kepada penyidik Polres Malang Kota. Ia menyatakan jika pekerjaan ketiga pekerja dari PT Inspirasi Bangun Mandiri, rekanannya yang memasang dan merawat neon-sign, tidak diketahui mekanik internal Mitra.

Menurutnya ketiga pekerja datang memang atas perintah perusahaannya di Surabaya. Ketiganya, Suprajitno, Abin, dan Andreas Yudiono, datang sekitar pukul 10.00 wib.

"Ketika itu di atap masih ada pengerjaan, pihak Carrefour mengecat. Pengecatan itu didampingi mekanik internal Mitra. Karena alat masih dipakai, maka ketiganya pamit keluar," ujar Yudi.

Sekitar pukul 12.15 wib, ketiganya datang kembali. Seorang Satpam setempat melarang ketiganya melakukan pekerjaan karena mekanik Mitra sedang istirahat. Satpam meminta pengerjaan menunggu sampai waktu istirahat mekanik Mitra selesai.

"Tetapi ketiganya tetap nyelonong saja ke atas. Tidak ada yang melihat ketika di atas, sepertinya ya langsung bekerja itu. Karena gondola yang awalnya ada di tengah digeser ke sisi timur, kemudian terjadi peristiwa itu," lanjutnya.

Gondola tersebut awalnya dipakai mengecat di sisi barat bangunan. Setelah selesai, gondola ditempatkan di area tengah. Saat peristiwa terjadi, gondola berada di sisi timur karena untuk memperbaiki lampu di tulisan 'MITRA' yang berada di pojok timur bangunan.

Yudi menambahkan, ketiga orang itu bukan sekali ini bekerja memperbaiki neon-sign. Sebab dirinya sudah bermitra dengan perusahaan di Surabaya itu selama rentang waktu 40 tahun. Ketika ada kerusakan, pihaknya menelepon perusahaan itu. Dan ketiga orang itu kerap dikirim ke Malang untuk memperbaiki lampu yang tidak menyala.

Prosedurnya, lanjut Yudi, pekerja membawa surat perintah kerja (SPK) dari perusahaan. SPK itu diserahkan kepada Satpam setempat. Pekerjaan bisa dilakukan dengan didampingi mekanik internal Mitra.

"Tetapi kemarin tidak ada pendampingan karena mekanik kami sedang istirahat," tegasnya.

Hal itu dibenarkan, salah satu mekanik yang menjadi saksi, Khoriul. Khoirul mengaku ia bersama mekanik lainnya sedang istirahat.

"Jadi kami tidak tahu karena tidak mendampingi. Padahal biasanya, kalau ada pekerjaan itu, saya selalu mendampingi. Mereka sudah beberapa kali memperbaiki neon-sign di sini," imbuhnya.

Khoirul juga membenarkan pemakaian dua pemberat di bagian bawah gondola. Biasanya, pihaknya memakai delapan atau sembilan pemberat ketika bekerja memakai gondola itu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved