Blitar
Lahar Dingin Gunung Kelud Terjang Enam Truk Penambang Pasir, Ini Larangan Polisi!
AKP Lahuri, Kasatreskrim Polres Blitar, menemui beberapa penambang pasir tradisional dan melarang mereka menambang, Sabtu (9/1/2016).
Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Terjangan lahar dingin di Kaliputih, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (8/1) sore membuat masyarakat khawatir, bakal muncul bencana susulan.
AKP Lahuri, Kasatreskrim Polres Blitar, menemui beberapa penambang pasir tradisional dan melarang mereka menambang, Sabtu (9/1/2016).
Alasannya, cuaca tak menentukan, sehingga dikhawatir bakal turun hujan deras kembali, terutama di lereng Gunung Kelud.
"Ini demi keselamatan kita semua. Meski penambangan tradisional itu diperbolehkan pemkab, namun untuk sementara kami melarangnya dulu," kata kata Lahuri.
Sebagai bentuk larangan itu, petugas mem-police line pintu masuk lokasi penambangan.
Selain itu, Lahuri juga mengidentifikasi truk yang terjebak lahar dan belum berhasil dievakuasi. Yakni, masih ada enam dump truk, di antaranya, nopol AG 8413 UH, AG 8518 US, N 9170 UJ, D 8910 F, dan AG 8591 UL.
Keenam truk itu mengalami kerusakan cukup parah karena sempat terguling-guling akibat terseret arus sepanjang 1 km.
Namun, sopirnya tak terlihat di lokasi siang itu sehingga belum diketahui identitasnya.
Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan terhadap keenam sopirnya itu, Lahuri sempat mencarinya. Namun, menurut beberapa penambang, sopir truknya kemungkinan pulang.
Sebab, mereka sempat menunggui truknya, yang terjebak lumpur pasir tersebut.
"Mulai kemarin, mereka menunggui truknya, kemungkinan menjelang pagi tadi, mereka baru pulang atau melaporkan ke pemilik truknya," ujar Suprianto, sesama sopir truk.
Menanggapi larangan menambang pasir, para penambang tradisional bisa menerima. Mulai Sabtu (9/1) siang, mereka tak beraktivitas dan hanya duduk-duduk di tepi kali.
"Ya, nggak apa-apa, kalau hanya sementara saja. Toh, mereka juga masih takut turun ke kali karena khawatir lahar dingin kembali muncul tiba-tiba seperti kemarin sore itu," kata Kayyin (50), penambang asal Desa Karangrejo, Kecamatan Garum ditemui di lokasi.
Menurutnya, munculnya lahar dingin kemarin sore itu, memang tak disangka oleh para penambang.
Sebab, di lokasi penambangan hanya hujan gerimis, sehingga mereka tetap melakukan aktivitas. Ada yang mencari pasir di kali, dan sebagian menaikkan pasir ke truk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/truk-terbenam-lumpur_20160109_161007.jpg)