Blitar

Seorang Pelajar SMA dan 12 Warga Blitar Hilang, Rame-Rame Gabung Gafatar

Ke-12 orang ini berasal dari tiga kecamatan. Enam orang berasal dari Desa Plosorejo, dan Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan. Mereka terdiri dari...

Seorang Pelajar SMA dan 12 Warga Blitar Hilang, Rame-Rame Gabung Gafatar
surya/imam taufiq
AKBP Slamet Waluya (kanan), Kapolres Blitar yang baru, dengan yang lama, AKBP Muji Ediyanto, Jumat (15/1) siang. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sebanyak 12 warga Kabupaten Blitar dilaporkan hilang, ditengarai bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Hal inii diungkapkan Kapolres Blitar yang baru AKBP Slamet Waluya usai serah terima jabatan (sertijab), Jumat (15/1) siang ini.

AKBP Slamet Waluyo mengakui pengungkapan keberadaan 12 warga Blitar ini menjadi salah satu atensinya.

"Itu yang harus kami waspadai, apalagi Jakarta baru diguncang bom," tutur mantan Kasubdit Reskrimum Bareskrim Mabes Polri ini ditanya usai sertijab.

Informasinya, 12 warga Kabupaten Blitar itu berada di Kalimantan Barat.

Ke-12 orang ini berasal dari tiga kecamatan. Enam orang berasal dari Desa Plosorejo, dan Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan. Mereka terdiri dari pasangan suami istri.

Sementara lima orang lagi, berasal dari Desa Pulerejo, Kecamatan Bakung. Mereka tak hanya pasangan suami istri, namun juga mengajak anak-anaknya.

Serta satu lagi, berasal dari Kelurahan/Kecamatan Kesamben. Dia masih berusia 15 tahun, dan berstatus pelajar SMA.

Informasinya, ia ikut temannya, berangkat ke Kalimantan Barat. Semuanya berangkat pada 22 Nopember 2015 lalu, naik mobil travel. Setelah itu, tak diketahui, apakah mereka naik kapal laut atau pesawat.

"Nanti, kami akan membentuk tim khusus, untuk memonitoring kelompok ini. Terutama pergerakannnya, meski jauh dari sini. Termasuk, memonitoring keluarganya yang di sini," ungkap suami Rifa.

PR lainnya, papar lelaki Kelahiran Kediri tahun 1976 lalu, adalah belum tertangkapnya tahanan Polres Blitar, yang kabur.

Dari empat yang kabur, tiga tertangkap, dan satu masih dalam pencarian. "Kita akan segera melakukan pemburuan khusus, biar tak ada PR," pungkas lulusan Akpol tahun 1998 lalu.

Sertijab itu dilakukan Polres Blitar, dengan dihadiri para kapolsek jajaran dan istrinya. Slamet Waluya, menggantikan AKBP Muji Ediyanto, yang pindah jadi Wadir Lantas Polda Jateng.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved