Tips

Kita Semua Ternyata Salah Kaprah Dalam Memakai Deodoran, Beginilah Cara Pakainya

Para pakar menyebut, deodoran sebenarnya lebih manjur bila digunakan pada..

Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
telegraph.co.uk
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Deodoran jadi komoditi laris di manapun.

Penyebabnya jelas, cairan satu ini dianggap efektif untuk membantu mereka yang punya masalah bau badan, atau keringat berlebih di bagian ketiak.

Tapi, tahukah anda bahwa hampir semua dari kita salah dalam menggunakan deodorant!

Kebiasaan paling umum buat kita adalah memakai deodoran itu pada pagi hari sebelum beraktivitas bukan?

Nah, menurut situs lifehacker, kebiasaan itu sebetulnya salah kaprah.

Para pakar menyebut, deodoran sebenarnya lebih manjur bila digunakan malam hari sebelum tidur.

Mengapa? Saat tidur, kita lebih cenderung tidak berkeringat.

Nah, logikanya, saat itu, saluran keringat di ketiak kita akan kosong dan bersih dari keringat.

Dalam kondisi demikian, cairan deodoran akan lebih mudah masuk ke dalam saluran keringat tersebut.

Ujung-ujungnya, keesokan harinya, cairan deodoran bisa lebih awet dalam menahan keringat keluar dari ketiak.

Dengan cara ini, diyakini deodoran bakal bisa meredam bau badan hingga 24 jam lebih.

Sudah Setengah Abad

Deodoran sudah digunakan oleh manusia lebih dari setengah abad.

Deodoran bahkan sudah dipasarkan secara komersil pada tahun 1900-an, yang diberi merk Mum.

Produk ini ditemukan oleh Edna Murray, seorang warga Pennsylvania, Philadelphia, AS.

Tapi entah mengapa produk ini kemudian ditarik dari pasaran oleh pemerintah Amerika Serikat.

Nah, pada 1941, produk modern deodoran pertama kali dipatenkan oleh Jules Montenier.

Bentuknya saat itu masih dalam botol semprot, bukan model roll-on seperti saat ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved