Jendela Dunia
Kalian Masih Bisa Bernafas Secara Gratis? Berbahagialah! Sebab, Di Sini Bernafas Saja Harus Membayar
warga rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk menghirup udara segar selama beberapa detik saja
Penulis: Eko Darmoko | Editor: eko darmoko
Hanya berjalan beberapa minggu, ‘bisnis sinting’ yang dijalankan Leo ini mampu meraih ribuan Pound Sterling.
Produknya laris manis di pasaran Tiongkok.
Sungguh di luar nalar, warga Tiongkok rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk menghirup udara segar selama beberapa detik saja.
Ide bisnis gila ini didapat Leo ketika menerap di Hong Kong, yang berdekatan dengan Tiongkok.
Di sini, ia merasakan bahwa udara tidak sesegar seperti di belahan bumi lainnya.
"Saya akan mengatakan secara keseluruhan bahwa udara di Dorset beraroma seperti laut, seperti angin mengalir sampai Pantai Jurassic dan atas padang rumput yang subur,” kata Leo.
Sedangkan di lembah-lembah Yorkshire, udara cenderung beraroma flora (tumbuhan).
"Kami pergi ke puncak bukit, mengumpulkan udara, dikemas dalam botol, dikirim ke Dorset dan kemudian langsung ke Tiongkok,” ucapnya.
Beijing, Zhuhai, dan Shanghai sebenarnya sudah mengimpor udara segar dari Kanada, namun Leo tetap dipercaya menjadi ‘penjual’ udara segar di Tiongkok.
Perusahaan Leo yang menjual udara segar ini dinamai Aethaer, yang berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya ‘udara segar nan murni’.
Ya demikianlah, jika Anda tidak ingin membayar untuk sekedar bernafas, maka Anda harus menjaga lingkungan sekitar Anda dengan baik-baik.
Sebab, udara adalah harta karun dan warisan yang sangat berharga bagi anak cucu kita nanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/karyawan-perusahaan-aethaer-mengumpulkan-udara-segar-inggris-wales_20160226_134849.jpg)