Malang Raya

Peserta BPJS Kesehatan Bertambah, Masih Saja Banyak yang Mengajukan Surat Pernyataan Miskin

Setiap bulan rata-rata ada 100 orang kurang mampu mencari surat pernyataan miskin (SPM) untuk berobat di Kota Malang.

SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Warga Kota Malang saat mendaftar BPJS kesehatan, Rabu (16/3/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setiap bulan rata-rata ada 100 orang kurang mampu mencari surat pernyataan miskin (SPM) untuk berobat di Kota Malang.

Padahal ada 131 ribu warga tidak mampu di Kota Malang telah menjadi peserta jaminan kesehatan dari kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau yang dulu dikenal dengan nama Jamkesmas.

131 ribu orang PBI di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu terdiri dari 105 ribu orang PBI dari APBN dan 26 ribu orang PBI dari APBD Kota Malang.

"Tetapi ternyata masih ada saja yang memakai SPM untuk berobat. Artinya mereka ini tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan dari kelompok PBI," ujar Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, Sumarjono, Sabtu (26/3/2016).

Warga yang berobat memakai SPM mendapatkan bantuan pembiayaan dari APBD Kota Malang. Tahun 2016, Pemkot dan DPRD Kota Malang mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk pengobatan pemakai SPM ini.

Anggaran ini mengacu kepada anggaran SPM tahun sebelumnya dan berdasarkan jumlah penggunanya.

Sumarjono optimistis anggara Rp 3 miliar itu mencukupi untuk pembiayaan selama setahun.

"Meski pakai SPM kami bantu 100 persen," ujar Sumarjono.

Hanya saja, ia juga heran dengan masih adanya pemakai SPM. Padahal pemakai SPM tahun 2014 sudah dimasukkan ke data penerima kartu BPJS Kesehatan di tahun 2015, begitu juga pemakai SPM di tahun 2015.

Namun ternyata di tahun 2016 ini, ada warga yang dulunya penerima bantuan iuran dikeluarkan dari kepesertaan di BPJS Kesehatan.

"Ada 6.000 orang yang dikeluarkan dari daftar PBI oleh BPJS Kesehatan. Dikeluarkan karena terverifikasi masuk dalam kategori orang mampu," imbuh Sumarjono.

Ketika mereka dikeluarkan, lanjutnya, warga tersebut kemungkinan sakit dan akhirnya memakai SPM. Sumarjono menemukan beberapa orang yang dulunya masuk kategori PBI yang kemudian dikeluarkan, belakangan sakit dan akhirnya meminta SPM untuk meringankan biaya pengobatannya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved