Malang Raya
Beginilah Cara Komunitas Cinta Berkain Malang Raya Peringati Hari Kartini
Dewanti Rumpoko mengatakan, tujuan acara ini selain memperingati hari Kartini juga untuk melestarikan budaya berkain
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Ada banyak cara untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang. Seperti yang dilakukan oleh komunitas yang baru-baru ini terbentuk, yakni Komunitas Cinta Berkain (KCB) se-Malang Raya, di Baiduri Café and Resto, Kota Malang, Minggu (17/4/2016).
Acara Kartini Day 2016 oleh KCB ini berlangsung sangat meriah dan juga mengundang haru. Bagaimana tidak, peserta yang hadir didominasi kaum ibu-ibu. Ada berbagai kegiatan seperti game, lomba fashion show, serta curahan hati dari beberapa inspirator turut memeriahkan susasana hari Kartini.
Mereka yang hadir sekitar 100 peserta, wajib memakai busana kain batik dan kebaya. Hal ini untuk menunjukkan kecintaan terhadap kain terutama kain nusantara. Ketua KCB se-Malang Raya, Dewanti Rumpoko, mengatakan tujuan acara ini selain memperingati hari Kartini juga untuk melestarikan budaya berkain.
“Kita di sini memulai bersama-sama untuk mencintai yang namanya kain Nusantara. Bagaimana membuat diri kita terbiasa menggunakan kain untuk kegiatan sehari-hari. Tidak Cuma pada saat acara penting,” kata Dewanti.
Selain itu, yang menjadi problema para wanita terutama ibu-ibu ialah memakai kain itu masih dipandang terlalu ribet. Padahal, dikatakannya hanya tinggal dibalutkan dan ditali sesuai tata cara saja sudah cukup.
Dewanti sendiri mengakui bahwa dirinya memang baru-baru ini memakai kain yang dipakai sebagai bawahan dengan atasan kebaya. Terlebih dari itu, untuk mengapresiasikan pengrajin kain nusantara agar produksinya tidak hilang.
Ketua Panitia Acara Kartini Day 2016, Oemi Sugiati Arief, menambahkan bahwa KCB sendiri memiliki tujuan utama yakni melestarikan budaya kain nusantara, serta mensosialisasikan kain nusantara. Untuk melakukan hal-hal semacam itu memang perlu proses dan bertahap.
“Sebenarnya kain seperti ini kan sudah dipakai oleh mereka pada zamannya. Ya sekitar 90an. Untuk mempertahankan budaya itu yang harus mulai dipupuk dari sekarang. Sama seperti saya yang baru beberapa kali mencoba memakai kain ini, ternyata lebih ringkas dan cepat. Meskipun pada awalnya belum terbiasa ya,” tuturnya.
Dalam kegiatan Kartini Day 2016, juga menghadirkan beberapa wanita inspirator. Seperti mereka yang memiliki pengalaman sebagai TKW. Mereka menceritakan tentang pengalaman bagaimana berjuang di negeri orang untuk bekerja. Seperti halnya yang dialami oleh Miati (53). Ia mengatakan bahwa pengalamannya bekerja jadi TKW ini membuat dirinya memiliki pegalaman.
“Saya selama sembilan tahun jadi TKW. Tetapi itu membuat saya terus berjuang, untuk keluarga,” ucapnya kepada audiensi.
Dari beberapa ceritanya membawa semangat bagi kaum wanita yang bekerja banting tulang untuk keluarganya. Di sisi lain, anggota KCB sendiri tidak membatasi siapa saja yang mau bergabung. Bisa melalui PKK, ibu-ibu Bhayangkara, maupun perorangan. Bahkan, lebih banyak anggotanya lebih bagus. Pasalnya, kampanye untuk mengajak cinta berkain nusantara akan semakin banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/hari-kartini-di-kota-malang_20160417_160556.jpg)