Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Bupati Sumba Minta Maaf, Siap Bimbing Mahasiswanya Sebelum Masuk Malang

“Terima kasih untuk Polres Malang Kota yang menangani masalah dengan sigap dan cepat. Kejadian itu memang sempat membuat ketakutan tersendiri sehingga

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
surya/aflahul abidin
Bupati Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Markus Dairo Talu, memberi cindera mata dalam pertemuan bersama empat perwakilan pemerintah daerah Sumba dan Jajaran Forum Daerah Kota Malang dalam kunjungannya ke Kota Malang, Jumat (22/4). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pemerintah daerah Sumba siap membimbing mahasiswa daerahnya sebelum berangkat belajar ke Kota Malang.

Ini setelah beberapa waktu lalu, terjadi tawuran yang melibatkan mahasiswa warga daerah itu.

Pemda Sumba juga menyambut positif permintaan Pemkot Malang untuk memberi pengenalan budaya warganya yang akan mengenyam pendidikan di kota ini.

Hal itu diucapkan Bupati Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Markus Dairo Talu, saat berkunjung ke Kota Malang, Jumat (22/4), bersama tiga perwakilan daerah Sumba lain, yaitu Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, dan Bupati Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora.

Ucapan yang disampaikan Markus mewakili keputusan tiga kepala daerah lain yang juga hadir dalam pertemuan itu.

Selain menyanggupi permintaan Pemkot Malang, ia juga meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum warganya sehingga sempat menimbulkan keresahan bagi warga setempat.

Setelah informasi tawuran itu terdengar, pemerintah daerah Sumba sebenarnya sudah mengambil sikap dengan menghubungi masing-masing koordinator daerah yang tinggal di Kota Malang.

Mereka diminta tetap tenang dan tak terprovokasi dengan keadaan yang terjadi.

“Terima kasih untuk Polres Malang Kota yang menangani masalah dengan sigap dan cepat. Kejadian itu memang sempat membuat ketakutan tersendiri sehingga membuat mahasiswa asal Sumba lain lari ke Surabaya dan Denpasar,” ucapnya.

Setelah ini, masing-masing pemerintah daerah Sumba akan mengajak mahasiswa yang mau masuk ke daerah lain, terutama Kota Malang, untuk mempelajari budaya masyarakat daerah yang dituju. P

Pengontrolan oleh pemerintah daerah akan dilakukan intens.

Para bupati masing-masing akan menggelar pertemuan tatap muka dengan mahasiswa yang tinggal di Kota Malang setiap`enam bulan sekali.

Cara itu sebenarnya sudah diterapkan pada mahasiswa dan warga Sumba yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi.

Hasilnya, kata Markus, perkelahian atau tawuran serupa tak pernah terjadi dalam empat tahun terakhir.

Ia berharap, cara tersebut juga bakal berdampak positif saat diterapkan di Kota Malang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved