Rabu, 29 April 2026

Lamongan

Tangan Dipegangi, Perut Ananda Dipukul Laiknya Sansak Tinju oleh Empat Kakak Kelas

Muhammad Ananda Prasetyo (15), siswa kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Drajad Sugio terluka parah di sebagian tubuhnya dan harus dioperasi...

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: musahadah
surya/hanif manshuri
-Korban penganiayaan, Muhammad Ananda Prasetyo yang dirawat di ruang inap Teratai RSUD dr Soegiri setelah menjalani operasi di tiga bagian di perutnya, Sabtu (23/4/2016). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Muhammad Ananda Prasetyo (15), siswa kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Drajad Sugio terluka parah di sebagian tubuhnya dan harus dioperasi, akibat dianiaya empat  kakak kelasnya.

Perut korban dioperasi di tiga titik akibat luka dalam setelah dihajar habis - habisan.

"Dia dioperasi Jumat (22/4) sore,"kata Suminah, ibu korban saat ditemui suryamalang.com, di ruang Teratai RSUD dr Soegiri, tempat korban dirawat inap.

Ananda mengaku ia selama ini sering dikompas (diperas) dan dimintai uang oleh para pelaku.

Bahkan terhitung dalam sepekan sebelum kejadian terakhir total Rp 16 ribu uang saku diminta para pelaku.

Nah, pada kejadian terakhir, keempat kakak kelasnya itu kembali meminta uang, namun korban menolak.

Selain karena sudah sering dimintai uang, saat kejadian kebetulan uang sakunya sudah habis.

"Mereka itu sering minta uang dan memaksa,"kata Ananda Prasetyo.

Siswa asal Desa Pangkatrejo Kecamatan Sugio ini mengaku takut dengan perilaku para pelaku.

Kalau minta uang dan tidak memberi, kakak kelasnya itu selalu memukul.

Terkadang menendang kaki, menempeleng dan juga memukul semaunya.

Tapi saat permintaan kemarin, korban tak menyangka para pelaku sekejam itu saat ia tidak mengabulkan permintaannya.

Saat jam istirahat, korban langsung digelandang ke kelas yang sedang kosong karena semua siswa keluar menikmati jam istirahat.

Ada teman korban, yakni saksi Zainal, Inarudin, Sahrul dan Doni diusir para pelaku untuk keluar kelas. Begitu para saksi keluar semua, korban diminta berdiri dengan kedua tangannya diangkat.

Tangan dipegangi dua pelaku, sedang dua pelaku lain menghajar dengan menjadikan perut korban seperti sansak petinju.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved