Malang Raya

Sekolah Jangan Hanya Mengejar Prestise, Ini Tujuan Ujian Nasional Sesungguhnya

Staf Direktorat Kurikulum Kemendikbud Dr Niniek Kristiani mengatakan, ujian nasional dilaksanakan untuk mengetahui efektifitas belajar.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: musahadah
surya/hayu yudha prabowo
UJIAN PAKET C - Peserta Ujian Nasional (Unas) Pendidikan Kesetaraan (Paket) C mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahasa Inggris di SMPN 3 Kota Malang, Rabu (6/4/2016). Unas Paket C setara SMA ini diikuti ratusan peserta. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Staf Direktorat Kurikulum Kemendikbud Dr Niniek Kristiani mengatakan, ujian nasional dilaksanakan untuk mengetahui efektifitas belajar.

"Ketika ada penilaian berarti ada proses pembelajaran. Jika terjadi, maka efektifitas pembelajaran diketahui," jelas Ninik dalam seminar nasional Kurikulum Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Bagi Pengembangan Kader Bangsa di SMAK St Albertus Kota Malangalang ini, Sabtu (30/4/2016).

Menurut dia, penilaian tidak akan ada jika tidak ada pembelajaran. "Jadi, unas perlu atau tidak tergantung siapa yang menilai," kata mantan Kepala SMAN 8 Kota Malang.

Bagi satuan pendidikan, adanya unas bisa mengetahuinya efektifitasnya.

Pemerintah juga ingin mengetahui efektiftas pendidikan di satuan pendidikan. 

Dijelaskan dia, dalam perkembangannya, juga sudah ada perbaikan dalam regulasi unas.

Di mana unas tidak lagi dipakai sebagai penentu kelulusan, namun sebagai pemetaan sekolah.

Niniek mengingatkan agar sekolah tidak sekadar mengejar prestise sehingga mencari nilai tinggi.

"Tujuan dari ujian itu apa? Prestise atau efektifitas yang kita lakukan?," tanyanya.

Pembicara lain di acara semnas yaitu Totok Suprayitno PhD dari Kemendibud, Doni Koesoema Albertus STF MRd (pengamat pendidikan) dan KH Abdul Muhaimin (pengasuh ponpes di Jogjakarta).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved