Malang Raya
Rumah Jelek Bukan Jaminan Peserta Bidik Misi Lolos, Ini Syarat yang Diberlakukan UM dan UB
Registrasi calon mahasiswa baru (maba) yang diterima di jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) akan dilaksanakan pada 31 Mei
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Registrasi calon mahasiswa baru (maba) yang diterima di jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) akan dilaksanakan pada 31 Mei 2016.
Sebelumnya, mereka harus melakukan pemberkasan online.
Khusus calon maba bidik misi, masih ada tahapan verifikasi lapangan setelah registrasi.
"Untuk calon mahasiswa penerima bidik misi masih perlu verifikasi di lapangan seperti home visit," jelas Prof Dr Hariyono MPd, Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang (UM) kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (10/5/2016).
Calon maba bidik misi UM lewat jalur SNMPTN ada 272 orang.
Verifikasi di rumah akan dilakukan tim khusus bentukan UM.
Menurutnya, kondisi rumah bukan pertimbangan utama untuk menentukan layak tidaknya maba mendapat bidik misi.
Tetapi juga akan dilihat penghasilan dan pengeluaran orangtua.
Tidak jarang, mereka memiliki rumah bagus, namun penghasilan orangtua kurang.
Ia mencontohkan seperti rumah-rumah purna TKI yang bagus, namun penghasilannya tidak tentu dari bertani.
"Biasanya, selain verifikasi ke orangtua, jika data ragu, tim bisa bertanya pada warga sekitarnya," katanya.
Pernah ditemukan, rumah yang dimiliki oleh orangtua calon penerima bidik misi ada dua.
Satu, rumahnya biasa yang dipakai untuk menerima tim. Namun ternyata ada satu rumah lain yang bagus.
Untuk verifikasi lapangan ke calon yang rumahnya di luar Pulau Jawa, UM mempercayai data dan mencari informasi dari teman-teman calon.
"Sebab kalau harus verifikasi sendiri ke luar Jawa biayanya besar," kata Hariyono.