Senin, 1 Juni 2026

Malang Raya

Serunya Kontes Burung Kenari di Kota Malang

"Kalau ikut kontes gini jadinya ketemu sesama pecinta burung kenari. Kalau harga turun itu tidak mempengaruhi bagi mereka pecinta burung kenari,"

Tayang:
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Dewan Juri menilai burung yang dilombakan dalam Kontes Kenari di gedung dinas sosial, Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang, Minggu (22/5/2016). Kontes yang melombakan tujuh kelas ini diikuti ratusan peserta. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kabar tentang turunnya harga Burung Kenari hingga tiga kali lipat, tak membuat semangat peminat dan pecinta burung kenari ikut turun juga. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan kontes kenari di Gedung Dinas Sosial, Barat Lapangan Rampal, Minggu (22/5/2016).

Suasana ruangan menjadi ramai dengan suara kicauan burung kenari. Sebanyak 200 burung kenari berlomba-lomba untuk memenangkan kontes. Ada tujuh kategori kelas yang diperlombakan dalam kontes ini. Yakni kategori Bkack Red, Merah, warna hijau, kelas Star Blue, Postur Lokal, Postur Seri F, Postur Yotkshire, hingga Suara.

Satu dari peserta, Hendra Priyo (36) mengatakan mengikuti kontes ini karena dirinya sangat mengapresiasi prestasi yang dimiliki dari burung kenari. Ia sudah lama menyukai burung kenari bahkan, dulunya ia peternak burung kenari.

"Kalau ikut kontes gini jadinya ketemu sesama pecinta burung kenari. Kalau harga turun itu tidak mempengaruhi bagi mereka pecinta burung kenari," tutur dia yang dari Surabaya.

Ia membawa empat burung kenari untuk diikutkan ke dalam tiga kategori lomba. Saat diwawancarai SURYAMALANG.COM, ia sedang menunggu lomba kategori Suara. Hendra mengaku ia mempersiapkan lomba ini sangat lama. Bahkan ia menerapi burung kenarinya setiap hari. Hal ini ia lakukan demi mendapatkan kicauan burung kenari yang sempurna.

"Paling lama dia (burung kenari) berkicau hingga satu menit. Karena ini juga dinilai dari lagu dan cengkoknya," imbuh dia.

Saat lomba suara, peserta di larang mendekati dan suasana dalam keadaan sunyi. Macam-macam kicauan ngetir dari burung kenari terdengar merdu. Sekitar 10 menit lomba suara berlangsung.

Ketua Panitia, Iprus Yanto mengatakan ini merupakan lomba kedua setelah lomba pertama diadakan di Singosari. Ia mengatakan kontes ini untuk meningkatkan peternak Burung Kenari yang semakin banyak gulung tikar.

"Harganya saja turun drastis. Makanya dengan kontes ini kami mengumpulkan peternak, penghobi burung kenari," kata dia.

Harga kenari yang turun drastis ini yakni untuk burung kenari anakan dari harga Rp 100 ribu turun menjadi Rp 20 ribu. Padahal diakuinya harga kenari bisa mencapai Rp 400 ribu.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved