Malang Raya

Baznas Kota Malang Sulit Entas Kemiskinan, Ini Penyebabnya

“Saat ini ada 10 Kelurahan yang kami bentuk Baitul Maal-nya. Tapi dari 10 Kelurahan ini ada dua kelurahan yang tidak aktif,”

Baznas Kota Malang Sulit Entas Kemiskinan, Ini Penyebabnya
Google
Badan Amal Zakat Nasional 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang merasa kesusahan dengan peberantasan kemiskinan di Kota Malang. Hal ini karena ada beberapa faktor penyebab, satu di antaranya ialah adanya koperasi berkedok rentenir.

Manager Baznas Kota Malang, Sulaiman, menjelaskan di Baznas ada tiga program yang akan difokuskan, yakni Kemandirian Ekonomi, Kemandirian Kesehatan, dan Kemandirian Pendidikan. Saat ini Baznas sedang menggerakkan program Kemandirian Ekonomi.

Kemandirian Ekonomi ini tujuan utamanya ialah merentas kemiskinan di Kota Malang. Program ini sudah ada sejak Juni 2014, tetapi baru berjalan bulan April hingga Juni 2016. Ia mengatakan dalam program Kemandirian Ekonomi, Baznas memberikan bantuan dana untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Malang yang mengelola UMKM.

Tetapi, saluran dana dari Infaq ini diawasi oleh unit pendamping, dengan membentuk Baitulmaal di setiap kelurahan.

“Saat ini ada 10 Kelurahan yang kami bentuk Baitul Maal-nya. Tapi dari 10 Kelurahan ini ada dua kelurahan yang tidak aktif,” ucap dia kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (19/6/2016).

Delapan kelurahan itu ialah, Arjowinangun, Jodipan, Kedungkandang, Pandanwangi, Cemorokandang, Merjosari, Kasin, Kebonsari. Dana yang diberikan ke setiap UMKM di Kota Malang ini dari Baznas sendiri tidak menyulitkan masyarakat, berbeda dengan yang dilakukan oleh koperasi yang memberikan bunga berlebih, bahkan ada yang sampai lebih dari dua kali lipat pinjaman.

“Ini yang menyusahkan kami. Kami menyebutnya itu koperasi abal-abal. Rata-rata mereka bisa meraup 150 persen dari masyarakat pertahun. Bagaimana bisa berkurang kalau sama saja disuruh bayar lebih dari penghasilan masyarakat dari pinjaman,” ungkap dia.

Sejauh ini, ada beberapa masyarakat yang mengadu dengan tindakan rentenir. Tetapi masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui hal itu. Adanya Baitulmaal untuk membantu masyarakat agar tidak terjebak dengan koperasi abal-abat itu. Dari delapan kelurahan, yang tampak ada kemajuan dan mulai terhindar dari koperasi berkedok rentenir ialah kelurahan Jodipan.

Baznas sekali memberi kesetiap kelurahan melalui Baitul Maal ialah sebesar Rp 350 juta. Besaran dana yang diberikan untuk setiap usaha yang dijalani baik itu perorangan atau perkelompok, sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Dari delapan kelurahan itu ada 1821 usaha. Yang paling banyak ada 380 usaha di Kelurahan Arjowinangun.

Dari dana yang diberikan setiap kelurahan itu, diharapkan justru menuntut agar ada manfaat lebih dari penyalurana dana Infaq. Sulaiman menyebutkan, total dana Infaq dari tahun 2014 – 2016 ada sekitar Rp 3 Milliar. Sedangkan manfaat produktif atau hasilnya hingga Mei 2016 sebesar Rp 6 Milliar dari 1821 usaha.

Sementara itu, terpisah, dilain hal sejak tahun 2014 Baznas Kota Malang sudah tidak menangani yang namanya zakat fitrah. Saat ini sudah ditangani oleh Bagian Kesra Pemkot Malang. Kepala Baznas Kota Malang, Sulthon mengatakan saat ini Baznas Kota Malang menangani Infaq dari PNS di Kota Malang.

“Infaq itu dari tunjangan penghasilan PNS. Semisal gajinya 5 juta rupiah, lalu mendapat tambahan penghasilan 1 juta rupiah, infaq itu dari tambahan penghasilan,” tuturnya. Ia menyebutkan, setahun penghasilan bisa mencapai Rp 3,5 Milliar.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved