Blitar
Tagih Janji Bupati saat Kampanye, Warga Blitar Selatan Unjuk Rasa di Pemkab Blitar
Kedatangan massa ini karena ingin mengingatkan Bupari Rijanto kalau dirinya pernah teken kontrak politik dengan rakyatnya
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tak peduli bulan puasa dan panas menyengatnya, ratusan warga yang tergabung pada masyarakat Bltar Selatan, mendatangi kantor Pemkab Blitar, Selasa (21/6/2016) siang.
Mereka menagih janji Bupati Rijanto saat kampanye pencalonannya dirinya pada pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2015 lalu.
Pendemo yang terdiri dari laki dan perempuan itu mengklaim berasal dari lima kecamatan di Blitar selatan. Di antaranya, Kecamatan Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Wates, dan Binangun. Tiba di kantor pemkab, mereka tak bisa masuk karena dihadang petugas Polres Blitar. Akhirnya, mereka berorasi sambil membentangkan poster di depan pagar pemkab.
Dalam orasinya, M Trianto, koordinator LSM Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) mengatakan, kedatangan massa ini karena ingin mengingatkan Bupari Rijanto kalau dirinya pernah teken kontrak politik dengan rakyatnya.
Isinya, jika dirinya terpilih nanti akan memprioritaskan pembangunan jalan raya. Terutama di Blitar selatan, yang ada potensi wisatanya, seperti Pantai Jolosutro (Kecamatan Bingangun), Pantai Tambakrejo (Kecamatan Tambakrejo),, Pantai Serang (Kecamatan Panggungrejo). Namun faktanya, sampai kini belum terealisasi, sehingga warga menagihnya karena jalan antarkecamatan di Blitar selatan rusak parah.
"Karena saking rusaknya jalan rayanya itu, para wisatawan yang akan ke Pantai Jolosutro, misalnya, mereka kebanyakan memilih melalui Kabupaten Malang karen jalannya lebih bagus," papar Trianto.
Di tengah orasi, perwakilan pendemo diterima Marhaenis Urip Widodo, Wakil Bupati Blitar. Dalam dialog itu, warga kembali diberi janji. Menurut Marhaenis, janji kampanyenya itu akan direalisasikan tahun mendatang (2017) karena saat pembahasan peganggaran tahun kemarin (2016), dirinya sudah tak menjabat ketua dewan. Termasuk, Rijanto juga sudah tak jadi wabup.
"Karena itu, kami ya nggak bisa berbuat apa-apa terkait realisasi penggaran itu. Kami minta kalian bersabar dulu. Yang jelas, jalan itu akan kami bangun karena itu menyangkut hajat orang banyak," paparnya, yang disambut pendemo membubarkan diri karena merasa mendapat jawaban meski kembali dijanjikan lagi