Gunung Bromo

Jelang Kasada, Polisi Pasang Garis Polisi di Gunung Bromo! Ada apa?

Garis polisi itu ditempatkan di sejumlah tempat seperti di sekitar lokasi Seismograf dan tangga menuju kawah.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Perayaan Kasada tahun ini dirayakan di tengah status Waspada Gunung Bromo.

Petugas di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat sejumlah skema pengamanan bersama personel di instansi terkait.

Salah satu pengamanan adalah dipasangnya garis polisi. Garis polisi itu ditempatkan di sejumlah tempat seperti di sekitar lokasi Seismograf dan tangga menuju kawah.

"Karena meski kondisi Waspada, masih banyak wisatawan naik ke puncak, ke bibir kawah. Padahal kami sudah pasang rambu larangan.

Akhirnya kemarin saya minta pasang garis polisi, Alhamdulillah dipatuhi," ujar Kepala BB TNBTS John Kenedie dalam jumpa pers persiapan Kasada, Senin (18/7/2016).

Setelah garis polisi dipasang, dirinya memantau apakah ada wisatawan naik.
Sabtu (16/7/2016) petugas masih mendapati tiga orang wisatawan naik dan satu mobil di lautan pasir. Petugas pun mengusir mereka.

"Kami harap nanti wisatawan mematuhi semua peraturan dan larangan, terutama ketika Kasada," tegasnya.

Larangan itu antara lain wisatawan dilarang naik ke kawah yang sekaligus menjadi puncak Bromo.

Wisatawan hanya boleh berada di radius aman yakni 1 KM dari kawah.

Perayan Kasada suku Tengger Bromo akan digelar 20 - 21 Juli 2016.

Puncak perayaan berupa pelemparan sesaji ke kawah dilakukan Kamis (21/7/2016) pukul 02.00 waktu setempat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved