Malang Raya
Saat Libur Lebaran Lalu, Polres Batu Catat Jumlah Wisatawan Yang Datang, Inilah Jumlahnya . . .
"Jadi kami mencatat puncak kunjungan wisatawan ke kota wisata Batu pada tanggal 6 hingga 7 Juli," kata AKBP Leonardus Simarmata
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Selama libur lebaran, Polres Batu mencatat jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Wisata Batu mencapai di atas 20 ribu per hari pada tanggal 6 dan 7 Juli 2016. Di luar tanggal tersebut wisatawan yang masuk jumlahnya di kisaran 10 ribu - 15 ribu.
"Jadi kami mencatat puncak kunjungan wisatawan ke kota wisata Batu pada tanggal 6 hingga 7 Juli," kata AKBP Leonardus Simarmata, Kapolres Batu, Kamis (21/7/2016).
Untuk kondisi kepadatan arus lalu lintas, dikatakan Leonardus, tidak sama dengan kondisi libur lebaran tahun sebelumnya. Di mana meski terjadi kepadatan tidak sampai terjadi kemacetan parah hingga berjam-jam di semua ruas jalan yang ada di Kota Wisata Batu.
"Yang jelas walau padat roda kendaraan masih tetap berputar," ucap Leonardus Simarmata.
Di samping itu, menurut Leonardus Simarmata, libur lebaran yang bersamaan dengan liburan sekolah yang cukup panjang juga menjadi faktor tidak terjadinya penumpukan pengunjung wisata di Kota Batu. Wisatawan datang tidak bersamaan sehingga tidak terkonsentrasi pada hari libur lebaran saja.
Untuk kasus kecelakaan selama libur lebaran, ungkap Leonardus Simarmata, jumlah kasus sama dengan tahun lalu. Yakni korban meninggal satu, luka berat satu, dan luka ringan 26 orang.
Sementara untuk rekayasa lalu lintas selama lebaran, tambah Leonardus, dilakukan di satu titik wilayah jalan saja yakni di wilayah Pendem. rekayasa lalin harus dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk atau keluar Kota Wisata Batu.
Selain itu, imbuh Leonardus, pihaknya juga mengeluarkan himbauan kepada pengemudi kendaraan wisatawan tidak melewati jalur alternatiF Cangar - Pacet. Khususnya untuk kendaraan jenis matic dan di bawah 1.000 cc. imbauan tersebut dilakukan bersama dengan Polres Mojokerto untuk menghindari terjadinya kendaraan terperosok masuk jurang akibat ada perbaikan jalan sepanjang 4,5 meter.
"Itu dilakukan karena sebelum ada himbauan setiap hari selalu ada kendaraan yang terperosok ke jurang di wilayah Pacet Mojokerto. Dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kami keluarkan himbauan bersama dengan Polres Mojokerto," tutur Leonardus Simarmata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/batu-macet_20151222_183146.jpg)