Malang Raya

Polisi Bakal Tetapkan Tersangka Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau di Malang

“Ada indikasi dana tersebut tidak digunakan sesuai peruntukkannya. Sehingga menurut kami itu sudah masuk kategori korupsi,” terang Adam

Polisi Bakal Tetapkan Tersangka Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau di Malang
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro 

SURYAMALANG.COM, WAGIR - Satreskrim Polres Malang tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Malang.

Bahkan sebentar lagi pihak kepolisian akan segera menetapkan tersangka.

Menurut Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, ada sejumlah SKPD yang menerima penyaluran DBHCT tahun 2015. Di antara SKPD tersebut terindikasi melakukan penyimpangan atau korupsi.

“Ada indikasi dana tersebut tidak digunakan sesuai peruntukkannya. Sehingga menurut kami itu sudah masuk kategori korupsi,” terang Adam, Minggu (31/7/2016).

Dari hasil penyelidikan polisi, penyelewengan tersebut juga berlanjut pada penggunaan DBHCT tahun 2016. Dana tersebut kebanyakan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek fisik. Antara lain proyek ruang paru dan jantung di Puskesmas Wagir, Kecamatan Wagir.

Total anggaran mencapai Rp 667 juta. Bahkan Adam menyebut, akan segera ada yang dijadikan tersangka.

“Proyek tersebut masuk agenda kita. Penyelidikan masih berjalan, dan mungkin akan ada tersangka,” tegas Adam.

Namun Adam menolak mengungkap, siapa pihak yang akan dijadikan tersangka.

Penulis: David Yohanes
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved