Malang Raya

Aremanita ini Suka Tantangan dan Fokus Mengabdi di Polsuska

“Semakin dalam, semakin senang menjalani pekerjaan ini. Bukan semata-mata gagal, terus terpuruk itu salah,"

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Fajrin Dewi Puspita 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setiap wanita pasti ingin apa yang dicita-citakan terwujud. Namun, apabila gagal mewujudkannya, bukan akhir dari segalanya.

Fajrin Dewi Puspita (25), wanita asal Lawang, Kabupaten Malang ini sejak kecil sudah memiliki cita-cita yakni menjadi Wanita TNI AD. Ia mendapat inspirasi cita-citanya itu dari ayahnya yang juga seorang marinir.

Tetapi, Fajrin harus mengubur cita-citanya menjadi Wanita TNI, lantaran ia gagal ketika mengikuti test Pantukhir (pemantauan akhir) saat mendaftar di menjadi anggota Kowad (Korps Wanita TNI AD). Fajrin tak menyerah begitu saja, selang beberapa lama ia mendapat tawaran menjadi anggota Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) milik PT KAI.

“Saya masuk Polsuska tahun 2011. Sekarang fokus untuk mengabdi di Polsuska,” tutur dia kepada SURYAMALANG.COM.

Bagi dia, setelah masuk menjadi Polsuska, banyak yang harus ia pelajari. Apalagi, masih banyak yang tidak tahu tentang Polsuska, sehingga membuatnyha untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa itu Polsuska.

Bahkan, ketika awal-awal ia menjadi Polsuska, banyak yang meminta berfoto dengan dia.

Sulung dari dua bersaudara ini, mengaku tugas yang ia emban ialah membantu petugas untuk menyelesaikan dan melaporkan tindak kriminal dilingkup kereta api. Mulai dari kehilangan, hingga pencurian.

“Semakin dalam, semakin senang menjalani pekerjaan ini. Bukan semata-mata gagal, terus terpuruk itu salah. Karena dari awal sudah cita-cita bekerja di bidang keamanan, dan saya suka tantangan,” ujar kelahiran 27 Januari.

Bagi dia, memiliki pekerjaan dibidang keamanan, bukanlah hal yang perlu ditakutkan untuk para wanita. Bekerja di Polsuska sama halnya seperti di TNI, yakni butuh fisik yang kuat, bahkan lebih berat. Karena dalam sehari ia bisa mengawal 2 kereta, dalam waktu 10 jam untuk sekali pengawalan.

“Sekarang sudah jamannya emansipasi wanita, kita harus mampu kuat dan tegas dalam menghadapi apapun, menjadi wanita yang cerdas walaupun tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti saya,” pungkas dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved