Rabu, 13 Mei 2026

Malang Raya

Pembangunan Jalan Kembar Ki Ageng Gribik Kota Malang Segera Direalisasikan, Ini Jadwal Pengerjaannya

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, melakukan pengukuran ulang dan peninjauan lokasi

Tayang:
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Satu bedak yang masih belum dibongkar di jalan Ki Ageng Gribik, Rabu (10/8/2016). Bedak yang kosong itu akan segera dibongkar karena pengerjakan Jalan kembar Ki Ageng Gribik yang akan dimulai pada akhir Agustus. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Akhir Agustus tahun ini, pengerjakan Jalan Kembar Ki Ageng Gribik segera terlaksana. Tim teknis proyek pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, melakukan pengukuran ulang dan peninjauan lokasi yang akan dijadikan jalan kembar itu, Rabu (10/8/2016).

Dari hasil pengukuran dan peninjauan ulang, bisa dipastikan pegerjakan fisik bisa dimulai pada akhir Agustus. Anggota tim teknis proyek pembangunan Jalan Ki Ageng Gribik, DPUPPB Kota Malang, Agus Sujianto, mengatakan, nantinya jalan baru ini memiliki lebar 8 meter untuk jalan raya, dan 2 meter untuk pedestrian serta pembatas jalan sekaligus taman.

"Yang lebarnya dua meter ini berada di tengah-tengah sebagai pembatas jalan. Pohon-pohon ini tidak semua ditebang. Tetapi ada beberapa yang ditebang," katanya saag ditemui di lokasi pembangunan jalan.

Pantauan SURYAMALANG.COM, ada beberapa pohon besar seperti pohon beringin yang akan dipertahankan. Nantinya, Jalan Ki Ageng Gribik seperti Jl Raya Langsep. Selain itu, jalan raya yang sudah ada saat ini lebarnya tak akan sama dengan jalan baru.

"Cuma selisih 1 meter saja dari jalan baru. Jalan yang sudah ada ini lebarnya 7 meter," imbuh dia.

Menurut Agus, selisih itu tidak akan mempengaruhi pembangunan jalan baru yang memakan biaya Rp 50 Miliar sepanjang 1,4 km itu.

Pengerjakan fisik akan dimulai dari titik jalan pertigaan setelah Jl Danau Toba ke arah kiri hingga sebelum pertigaan Jl Madyopuro atau perbatasan SMKN 6 Kota Malang.

Lurah Madyopuro, Nurhadi, menambahkan, meskipun masih ada PKL yang belum membereskan bedaknya, apabila pengerjakan fisik dimuali, mereka akan pergi.

"Ya tadi peninjauan juga sekaligus memberikan peringatan. Dan mereka rata-rata sadar kalau ini bukan lahan mereka. Mereka bertahan karena ini belum ada pengerjakan. Kalau sudah mulai pengerjakan mereka akan minggir. Gak banyak hanya satu dua saja," imbuhnya.

Di sepanjang Jalan Ki Ageng Gribik juga sudah ada beberapa material bangunan seperti pasir dan batu bata.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved