Malang Raya
Pangdam V Brawijaya : Prajurit Pemecah Masalah di Masyarakat
TNI harus bersikap profesional ketika ada persoalan seperti itu, dan tidak mudah terhasut.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana meminta prajurit memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat. Salah satu persoalan yang bisa diselesaikan contohnya isu SARA yang belakangan ini sering berhembus.
"TNI harus bisa menjadi pemecah masalah, bukan malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri," ujar Sukadana dalam kunjungannya ke Markas Korem 083/Baladhika Jaya di Malang, Kamis (25/8/2016).
Sukadana secara tegas menyebut permasalahan SARA karena belakangan ini isu itu muncul di sejumlah daerah di Indonesia. Ia mencontohkan kasus pembakaran Vihara di Sumatera beberapa waktu lalu.
Menurutnya, TNI harus bersikap profesional ketika ada persoalan seperti itu, dan tidak mudah terhasut. Jika TNI terhasut, lanjutnya, dan malah terlibat di pusaran persoalan hal itu bisa mencoreng wajah TNI.
Kemudian ia menyebut Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan. Karenanya, ia meminta prajurit yang bertugas di Malang untuk mencerminkan sikap terdidik.
Sukadana berkeliling ke sejumlah satuan kerja di bawah Kodam V/Brawijaya mengingat lelaki berusia 57 tahun ini baru dua bulan menjabat sebagai Pangdam di Jawa Timur.
Di Korem 083/Baladhika Jaya, ia memberikan pengarahan kepada prajurit dan PNS di satuan kerja, juga bertemu dengan sembilan orang komandan Kodim di wilayah kerja Korem 083.