Kamis, 7 Mei 2026

Kota Malang

Butuh Sampah 2 Ribu Ton Per Hari Diolah jadi Energi Listrik, DLH Kota Malang Harus Hitung Ulang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pasokan sampah dari Malang Raya saat ini belum bisa menyentuh angka 2.000 ton per hari.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
SAMPAH MALANG - Pekerja memilah sampah di sebuah TPS di Kota Malang. Kebutuhan sampah untuk memasok proyek energi listrik diperkirakan mencapai 2.000 ton per hari. Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup memproyeksikan kebutuhan sampah yang dibutuhkan mencapai 1.000 ton per hari. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kebutuhan sampah untuk memasok proyek energi listrik diperkirakan mencapai 2.000 ton per hari.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup  memproyeksikan kebutuhan sampah yang dibutuhkan mencapai 1.000 ton per hari. 

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tengah disiapkan untuk memasok kebutuhan Malang Raya.

Sampah dari Malang Raya nantinya akan dikumpulkan. Proyek ini rencananya berlokasi di TPA Supiturang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pasokan sampah dari Malang Raya saat ini belum bisa menyentuh angka 2.000 ton per hari.

Dirinya akan berkonsultasi kembali dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam waktu dekat ini.

"Sampah dari Malang Raya tidak sampai 2.000 ton per hari. Kita juga akan tunggu hasil kajian dari akademisi," katanya, Rabu (24/9/2025).

Kota Malang dapat memasok memasok 520 ton sampah per hari, Kabupaten Malang, 440 ton per hari, dan Kota Batu 50 ton per hari.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kita semua. Karena selain sampahnya bisa terolah dengan baik, kita juga mendapatkan energi dan kita bisa mendapat pendapatan lainnya,” tutur pria asal Kelurahan Bareng, Kota Malang ini.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond mengaku masih mencoba mengotak-ngatik agar pasokan sampah bisa terpenuhi 2000 ton per hari.

Raymond menjelaskan pihaknya belum mengetahui detail jenis sampah yang bisa digunakan untuk memasok kebutuhan 2.000 ton.

“Nah 2000 ton itu apakah harus sampah yang baru atau sampah yang tertumpuk di Supit Urang. Kalau itu bisa, ada 4 juta meter kubik (sampah yang tertimbun) yang mungkin bisa diolah sampah untuk PSEL. Jadi koordinasi agak panjang” katanya.

DLH juga mendorong agar warga bisa memilah sampah dengan baik.

Saat ini, DLH gencar melakukan pelatihan kepada warga agar kebutuhan sampah terpenuhi.

“Setiap rumah tangga bisa mengolah sampah dengan tempat sampah tersendiri. Tempat sampah khusus organik dan tempat sampah khusus non organik,” ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved