Malang Raya
Pekan Budaya Indonesia 2016 di Kota Malang Dibanjiri Pengunjung
“Kami inigin hal tentang rempah lebih terekspos. Apalagi selam ini kita sudah tidak asing lagi dengan remaph-rempah,"
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Pekan Budaya Indonesia 2016 di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016). Pekan Budaya Indonesia 2016 yang diadakan di Taman Krida Budaya, kali ini mengambil tema tentang Sejarah Jalur Rempah-rempah Indonesia sebagai symbol peradaban bahari.
Mulai dari perjalanan sejarah rempah-rempah yang disajikan dengan cerita tertulis di dinding-dinding pendopo. Kegiatan yang digelar selama 3 hari ini terbuka untuk umum. Semua kalangan bisa belajar tentang sejarah perjalanan rempah.
Terlihat, sekitar pukul 3 sore, pameran budaya ini dipadati oleh pengunjung yang rata-rata siswa sekolah dan mahasiswa. Bagaimana tidak, pameran dalam Pekan Budaya Indonesia 2016 ini disuguhi dengan beberapa permainan tentang sejarah.
Seperti menyusun benda-benda arkeolog seperti gerabah, guci. Lalu juga ada puzzle peta Indonesia dengan jalur rempah. Serta ada juga ular tangga. Serunya, mereka yang bisa memainkan permainan ini dengan dibatasi waktu. Tak hanya itu saja, adapun rempah-rempah disertai nama-nama dan gambar, sehingga bisa langsung dipelajari.
Herliswani, Koordinator Pameran Pekan Budaya Indonesia 2016 dari Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, mengatakan, pemilihan tema Rempah ini ialah sejarah yang selama ini terlupakan. Padahal, sejarah tentang rempah merupakan hal utama yang membawa bangsa Indonesia bisa sukses hingga saat ini.
“Kami inigin hal tentang rempah lebih terekspos. Apalagi selam ini kita sudah tidak asing lagi dengan remaph-rempah. Setiap yang kita makan, yang kita minum pasti memakai bahan rempah-rempah. Oleh karena itu, jamgan sampai anak-anak kita itu lupa bahkan tidak mengetahui apa itu rempah beserta sejarahnya,” tuturnya.
Baggas Aldi, mahasiswa Universitas Brawijaya, ini hampir mencoba semua permainan yang disuguhkan. Ia yang datang bersama lima kawannya ini berhasil memainkan puzzle peta dan menyatukan gerabah.
Aldi mengatakan, kegiatan seperti ini sangat mendidik dan menambah wawasan. Bagi dia, mempelajari sejaran ialah hal yang membosankan, tetapi apabila mempelajari sejarah dengan permainan akan mudah diingat.
“Sampai sekarang saja saya paling malas kalau belajar sejarah. Karena panjang sekali ceritanya. Tetapi kalau dengan permainan seperti ini, akan mudah diingat. Apalagi jika dimainkan bersama-sama,” tutur mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini.
Selain itu, kegiatan Pekan Budaya Indonesia 2016 ini ada beberapa pameran benda bersejarah dari beberapa museum. Yakni Museum Manusia Purba Sangiran, Museum Nasional Indonesia. Museum Manusia Purba Sangiran menyajikan beberapa benda bersejarah, seperti manusia purba Homo Erectus yang hidup 500 ribu tahun lalu, lalu juga ada piring sejarah.
Berbeda dengan Museum Nasional Indonesia, yakni menyajikan workshop membuat batik, membuat topeng, mewarnai topeng, serta workshop pengelolahan Museum. Kepala Seksi Kemitraan Museum Nasional Indonesia, Safei, mengatakan workshop ini bisa diikuti oleh siapa saja. Mereka menggandeng seniman dari Malang, serta seniman dari Jakarta, yakni Muswandaromi.
“Dengan mengajak mereka ikut serta dalam kegiatan seni seperti membuat topeng malangan, lalu membatik, secara tidak langsung mereka ikut melestarikan budaya dan kesenian,” kata dia.
Sementara itu, tak hanya pameran saja, kegiatan Pekan Budaya Indonesia 2016 ini juga disuguhkna dengan beberapa penampilan kesenian budaya, seperti musik patrol, tari topeng, penampilan Didik Nini Thowok, dan masih banyak lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pelajar-budaya_20160901_182335.jpg)