Senin, 13 April 2026

Malang Raya

Setelah Mengakui Dukun Santet, Kakek 80 Tahun Ditebas Parang Sampai Tewas

"Sabetan yang kedua itu yang mematikan. Karena leher korban nyaris putus,"

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
Istimewa
Jenazah Munarah (80) usai dibunuh Agus Siswantoro. 

SURYAMALANG.COM, BANTUR - Munarah (80) tewas dengan kondisi leher belakang nyaris putus.

Kakek naas asal Dusun Krajan, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Madiun tersebut menjadi korban kekejaman Agus Siswantoro (32), warga Dusun Sengon, desa yang sama.

Menurut Kapolsek Bantur, AKP Yatmo, korban bertemu dengan pelaku tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (3/9/2016) sekitar pukul 08.30 wib.

Saat itu Agus membawa parang.

"Pelaku awalnya bertanya pada korban, apakah dia yang menyantet ayahnya sehingga sakit," tutur Yatmo.

Merasa tidak melakukan santet, Munarah mambantah. Namun Agus terus mendesaknya sambil mengintimidasi.

Merasa takut dengan Agus yang membawa parang, Munarah akhirnya mengaku.

"Karena diancam, korban dengan terpaksa mengaku dirinya yang menyantet ayah korban," sambung Yatmo.

Agus meminta agar Munarah menyembuhkan ayahnya.

Munarah pun menyanggupinya, namun Munarah minta waktu beberapa hari.

Namun tiba-tiba Agus menyabetkan parang yang diwasanya.

Sabetan benda tajam tersebut mengenai telinga kiri.

Agus kembali menyerang Munarah yang sudah renta.

Kali ini sabetannya mengenai leher bagian belakang.

"Sabetan yang kedua itu yang mematikan. Karena leher korban nyaris putus," ujar Yatmo.

Usai membunuh Munarah, Agus menyerahkan diri ke Polsek Bantur.

Sementara jenazah Munarah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk divisum. (David Yohanes/Sri Wahyunik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved