Malang Raya
YDSF Malang Jadikan Pikachu sebagai Ikon Kampanye Hari Raya Kurban, Distribusi Daging Harus Merata
Direktur Utama YDSF Kota Malang, Agung Wicaksono, mengatakan, aksi ini untuk mengampanyekan tentang pendistribusian daging kurban yang belum merata
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kuning, lucu, dan menggemaskan. Itulah sosok Pikachu dalam permainan Pokemon Go. Kepopuleran Pikachu menarik Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) untuk menjadikannya ikon berkampanye jelang Hari Raya Idul Adha, 12 September nanti.
Bertema “Yu’Kemon Qurban", aksi ini tak jauh berbeda dengan permainan Pokemon Go, dua ikon Pikachu berwarna kuning tampak berkeliaran di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Selasa (6/9/2016).
Pikachu ini mencari beberapa domba untuk dikurbankan menggunakan Pokeball. Ada pun dialog yang menunjukkan bahwa domba ini akan dikurbankan di pedesaan atau daerah pelosok.
Dengan sedikit dibumbui atraksi, kampanye ini mengundang perhatian dari pengunjung Alun Alun. Belum lagi, ada adegan ketika domba-domba itu akan disalurkan ke desa, tiba-tiba muncul serangan dari musuh, yakni joker yang akan merebut domba. Terjadilah peperangan antar mereka.
Direktur Utama YDSF Kota Malang, Agung Wicaksono, mengatakan, aksi ini untuk mengampanyekan tentang pendistribusian daging kurban yang dirasa masih belum merata.
Pihaknya masih melihat, beberapa daerah di Kota Malamg banyak yang masih belum tersentuh daging kurban. Seperti daerah Sukun, Blimbing, Bandulan, Muharto, dan Das Brantas.
"Setiap hari raya Idul Fitri kan kami selalu menanyakan dan survei daerah yang masih pedesaan, mereka ini masih banyak yang belum mendapatkan distribusi kurban. Bahkan mereka yang di desa belum banyak yang berkurban. Ini yang menjadi target kami untuk meratakan distribusi daging kurban," tuturnya, Selasa (6/9/2016).
Selain itu, kurban tahun ini, YDSF Malang menargetkan bisa menyalurkan 569 domba dan 54 sapi dengan total kurang lebih Rp 1 Miliar. Dari target yang diharapkan saat ini yang sudah terealisasi domba 266 ekor, sapi patungan 41 ekor, dan sapi perorangan 7 ekor.